Pada pantauan visual, Abdul menjelaskan awan panas guguran juga telah berhenti. Menurutnya, kondisi ini disebabkan cuaca hujan yang terjadi di sekira puncak kubah lava Gunung Semeru.
“BPBD terus melakukan koordinasi bersama perangkat desa setempat dan Pos Pengamat Gunung Api (PPGA) terkait pemutakhiran aktivitas Gunung Semeru,” katanya.
Baca Juga : 8 Kecamatan di Lumajang Terdampak Abu Vulkanik Gunung Semeru
Sampai saat ini BPBD Kabupaten Lumajang juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas pada daerah alisan sungai (DAS) di Curah Kobokan dan lainnya. Hal ini mengingat dimungkinkannya DAS tersebut menjadi aliran guguran awan panas.
(Erha Aprili Ramadhoni)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.