JAKARTA - Wakil Presiden Ma'ruf Amin menelepon sejumlah pejabat negara untuk memonitor penanganan tanggap darurat erupsi Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.
Wapres menelepon sejumlah pejabat tersebut di Ruang Tunggu VIP Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali. Ia hendak bertolak ke Jakarta untuk mengakhiri rangkaian kunjungan kerjanya dari Pulau Dewata.
Sejumlah pejabat yang ditelepon Wapres antara lain Menteri Sosial Tri Rismaharini, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, dan Bupati Lumajang Thoriqul Haq.
Pertama-tama, Wapres menelepon Khofifah. Di sana orang nomor dua di Indonesia itu mendapatkan laporan terkait wilayah dan jumlah korban terdampak guguran awan panas Semeru.
Terdapat dua kecamatan di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, yang terkena dampak, yaitu Kecamatan Candipuro dan Kecamatan Pronojiwo.
Baca juga: Ketinggian Erupsi Gunung Semeru Capai 24 Kilometer, Cuaca Buruk Diduga Jadi Penyebab
Di Candipuro, Khofifah mengungkap 12 orang warga meninggal dunia. Sedangkan di Pronojiwo ada lima warga yang tewas. Dengan demikian total korban meninggal dunia menjadi 17 orang. Khofifah juga melaporkan bahwa tim gabungan masih terus mencari warga yang hilang.
Baca juga: Kemenkes Siapkan 5 Rumah Sakit Rujukan Tangani Korban Erupsi Gunung Semeru
Merespons laporan itu, Wapres meminta Khofifah mengoordinasikan penanganan bencana dengan kementerian/lembaga lainnya dengan baik.
“Tolong dikoordinasikan semua Bu Gubernur supaya pengungsi tertangani dengan baik. Berkoordinasi dengan Menteri terkait, Panglima TNI, dan BNPB, juga Bupati [Lumajang] supaya semua bisa diatasi,” ucap Wapres, Minggu (5/12/2021).