Wakil Bupati Nunukan: Iraw Tidung Ke-II Pererat Silaturahmi Sesama Warga Suku Tidung di Provinsi Kaltara

Agustina Wulandari , Okezone · Selasa 07 Desember 2021 11:38 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 07 1 2513144 wakil-bupati-nunukan-iraw-tidung-ke-ii-pererat-silaturahmi-sesama-warga-suku-tidung-di-provinsi-kaltara-hiGISIwWET.jpeg Iraw Tidung ke-II Pemkab Nunukan. (Foto: Dok.Prokompim Pemkab Nunukan)

Wakil Bupati Nunukan Hanafiah membuka secara resmi Iraw Tidung Borneo Bersatu Ke-II di Balai Adat Tidung, Desa Binusan, Sabtu (27/11). Seperti Iraw Ke-I pada 2020 lalu, perwakilan suku tidung dari berbagai wilayah di Provinsi Kalimantan Utara turut hadir untuk meramaikan Iraw kali ini.

Tampak hadir pula dalam pembukaan Iraw tersebut Bupati Tana Tidung Ibrahim Ali, Wakil Bupati Malinau Jakaria, Anggota DPR RI Deddy Sitorus, Ketua DPRD Kabupaten Nunukan Hj. Rahma Leppa Hafid, jajaran Forkopimda Kabupaten Nunukan, para kepala OPD, serta tokoh adat dan tokoh masyarakat dari etnis lain yang ada di Kabupaten Nunukan.

Baca Juga: HKTI Nunukan Gelar Musda Ke-II, Asmin Laura Hafid Diminta Kembali Pimpin Lima Tahun ke Depan

Iraw kali ini tetap membawa pesan bagi seluruh masyarakat di Kabupaten Nunukan agar terus menjaga persatuan, saling bergandengan tangan, bahu membahu dalam mendukung pembangunan. Pesan itu disimbolkan dengan cara mengajak seluruh tamu dan undangan yang hadir untuk menari bersama dengan gembira di halaman balai adat tersebut.

Foto: Prokompim Pemkab Nunukan


Hanafiah dalam sambutanya mewakili Bupati Nunukan Hj. Asmin Laura Hafid menyampaikan harapannya agar Iraw mampu mempererat ikatan silaturahmi sesama warga Suku Tidung di wilayah Provinsi Kalimantan Utara, dan yang berada di luar negeri, seperti Malaysia, Singapura dan Philipina.

Ketua Penyelenggara Iraw H. Surai dalam kesempatan yang sama menjelaskan bahwa kegiatan dan prosesi adat yang dilaksanakan dalam Iraw kali ini kurang lebih sama dengan yang dilaksanakan pada Iraw ke-I tahun lalu, hanya saja kali ini ada tambahan prosesi timbang bayi dan pernikahan khas Suku Tidung.

Menurut Surai, dalam Iraw sengaja ditampilkan berbagai khasanah budaya dan adat istiadat Suku Tidung agar dapat dikenali kembali, dijaga dan dilestarikan di masa-masa mendatang.

CM

(Wul)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini