Ketua Penyelenggara Iraw H. Surai dalam kesempatan yang sama menjelaskan bahwa kegiatan dan prosesi adat yang dilaksanakan dalam Iraw kali ini kurang lebih sama dengan yang dilaksanakan pada Iraw ke-I tahun lalu, hanya saja kali ini ada tambahan prosesi timbang bayi dan pernikahan khas Suku Tidung.
Menurut Surai, dalam Iraw sengaja ditampilkan berbagai khasanah budaya dan adat istiadat Suku Tidung agar dapat dikenali kembali, dijaga dan dilestarikan di masa-masa mendatang.
CM
(Agustina Wulandari )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.