Sementara itu, Menlu China, Wang Yi dalam kesempatannya di Jerman menyatakan bahwa dengan senang hati menyambut setiap diplomat atau media internasional untuk mengunjungi Xinjiang, demi melihat sendiri kebenarannya, pada hari Kamis (2/12) lalu.
Wang Yi menyatakan kelompok etnis dapat hidup damai, harmonis dan kebebasan beragama dilindungi sepenuhnya tanpa batasan apapun dalam hal kegiatan beragama.
Namun, tanggapan berbeda disampaikan oleh Romadhon, dirinya mengatakan, “Itu kan lip service saja, wong kenyataannya banyak media internasional, salah satunya CNN yang belum tembus masuk ke kamp konsentrasi. Jangankan ke sana (kamp konsentrasi), masuk China saja mereka sulit."
PB HMI juga meminta kepada negara-negara dunia, termasuk Indonesia untuk fokus pada dokumen-dokumen China yang bocor ini, karena dapat menjadi bukti kuat terbaru sebagai alasan menekan China dalam menghentikan aktivitas apapun terhadap Xinjiang.
“Isi dokumen ini sangat penting bagi masyarakat dunia, karena dapat menunjukkan kepada kita pola pikir paranoid dari rezim komunis China yang jelas islamophobia,” ungkap Romadhon.
“Jika kekejian China ini dibiarkan, bukan tidak mungkin peradaban etnis Uighur hanya akan menjadi kenangan atau sejarah kelam dunia,” tutupnya.
(Fahmi Firdaus )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.