Depresi Kehabisan Uang di Bali, WN Belanda Ngamuk di Toko Swalayan

Antara, · Rabu 08 Desember 2021 03:23 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 08 340 2513606 depresi-kehabisan-uang-di-bali-wn-belanda-ngamuk-di-toko-swalayan-orefGk9Jqc.jpg Illustrasi (foto: dok Okezone)

BADUNG - Satuan Reskrim Polres Badung, Bali mengamankan seorang warga negara asing (WNA) Belanda berinisial F (26) karena mengamuk di toko swalayan wilayah Mengwi, Badung, diduga depresi karena kehabisan uang selama di Bali.

"Pelaku ini memecahkan kaca swalayan, setelah ditangkap pelaku terus ngamuk tidak jelas. Lalu dari Satpol PP mengajak pelaku ke RSUD kapal untuk mendapatkan penanganan diakibatkan luka yang dialami pada pelaku, setelah itu teman korban mengunjungi keadaan korban dan berkoordinasi kepada konsulatnya," kata Kepala Seksi Humas Polres Badung Iptu I Ketut Sudana saat dikonfirmasi di Badung, Bali, Selasa (7/12/2021).

Baca juga: 4 WN Bulgaria Diadili Terkait Kasus Pembobolan ATM di Bali

Ia mengatakan setelah berkoordinasi, dari pihak konsulat menyarankan agar pelaku dirawat lebih lanjut di RSUP Sanglah, Denpasar, karena dari pihak Konsulat Belanda memiliki MoU dengan RSUP Sanglah.

"Korban dibantu oleh Satpol PP bersama temen korban diantar ke RSUP Sanglah untuk menerima perawatan lebih lanjut, kondisi korban saat ini sudah mulai membaik namun belum bisa diajak berkomunikasi," ucap Sudana.

Baca juga:  4 WNA Ilegal asal Malaysia Nikahi Siri Warga Kapuas Hulu

Ia mengatakan, bahwa pihak toko swalayan tersebut tidak mau melanjutkan proses secara hukum. Sementara teman pelaku bernama De Goederen Nikolaus akan mengganti kerugian yang dialami oleh pihak toko swalayan tersebut.

Dikatakannya, pelaku diduga mengalami depresi, karena saat ditanya tidak bisa menjelaskan identitas dan tempat tinggal sementara masih mendapat perawatan dari pihak medis.

Sebelumnya, dari keterangan karyawan toko swalayan tersebut ada turis asing merusak toko swalayan untuk meminta roti dan air karena tidak punya uang. Namun, karena toko swalayan sudah tutup, diarahkan oleh karyawan untuk pergi.

Selanjutnya, pada Senin (6/12), saat karyawan ingin membuka toko swalayan, melihat pintu kaca sudah dalam keadaan pecah rusak dan ditemukan darah serta dua tas hitam diduga milik turis tersebut.

Mengetahui hal tersebut, pihak karyawan langsung menghubungi pihak kepolisian Polsek Mengwi untuk mengamankan pelaku dan diproses lebih lanjut.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini