NIGERIA - Nigeria akan memusnahkan satu juta dosis vaksin AstraZeneca untuk melawan Covid-19 karena sudah kedaluwarsa. Negara itu tidak akan lagi menerima suntikan dengan umur simpan yang pendek.
Dr. Faisal Shuaib, Direktur Eksekutif Badan Pengembangan Perawatan Kesehatan Primer Nasional (NPHCDA), mengatakan pada Senin (13/12), vaksin yang melampaui tanggal penggunaan telah ditarik dan akan dimusnahkan sesuai dengan protokol kesehatan (prokes).
Shuaib meyakinkan selama briefing, tidak ada warga Nigeria yang disuntik dengan jarum suntik yang sudah kadaluwarsa. Dia menambahkan Nigeria tidak akan menerima lagi vaksin yang kedaluwarsanya cepat, seperti yang terjadi sebelumnya.
Sejauh ini, hanya 3,9 juta dari populasi Nigeria lebih dari 211 juta orang yang telah divaksinasi penuh terhadap virus corona.
Baca juga: Waduh, Vaksin AstraZeneca Disebut Kedaluwarsa Akhir Oktober
Jumlah yang menerima suntikan booster di atas dua vaksin yang pertama hanya 496 orang.
Pekan lalu, pemerintah Nigeria mengkonfirmasi laporan bahwa sekitar satu juta dosis suntikan AstraZeneca, yang diterima negara itu dari Eropa sebagai bagian dari inisiatif berbagi vaksin COVAX, kedaluwarsa pada November lalu.
Baca juga: Hampir 2 Juta Vaksin AstraZeneca Datang Lagi Tadi Malam
Media mengatakan vaksin itu dalam waktu empat hingga enam minggu kedaluwarsa ketika mereka tiba dan tidak dapat digunakan tepat waktu.
Menteri Kesehatan Nigeria Dr. Osagie Ehanire sebelumnya mengatakan sumbangan surplus Covid-19 dengan masa simpan yang pendek atau kedaluwarsa telah “menjadi perhatian besar secara internasional.”
(Susi Susanti)