Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

AS Catat 800.000 Kematian Akibat Covid-19

Rahman Asmardika , Jurnalis-Rabu, 15 Desember 2021 |14:41 WIB
AS Catat 800.000 Kematian Akibat Covid-19
Foto: Reuters.
A
A
A

WASHINGTON - Lebih dari 800.000 orang di Amerika Serikat (AS) kini telah meninggal karena virus corona. Ini merupakan angka kematian nasional tertinggi yang tercatat sepanjang pandemi global Covid-19.

Angka ini tercapai ketika AS mencapai 50 juta kasus Covid-19 yang dikonfirmasi pada Senin (13/12/2021). Sebagian besar kematian telah dicatat di antara mereka yang tidak divaksinasi dan orang tua.

BACA JUGA: Inggris Umumkan Kematian Pertama Akibat Covid-19 Varian Omicron

AS kembali melihat kematian meningkat pada tingkat yang mengkhawatirkan dengan lebih banyak orang AS meninggal pada tahun 2021 daripada pada tahun 2020. Sebanyak 100.000 kematian terbaru terjadi hanya dalam 11 minggu terakhir, kecepatan yang lebih cepat daripada titik mana pun selain dari lonjakan musim dingin lalu.

BACA JUGA: Kematian Akibat Covid-19 di India Capai Rekor Tertinggi Sejak Juli

"Gelombang penyakit yang kita lihat akan berlanjut sampai kekebalan tingkat populasi cukup tinggi untuk mencegahnya. Sederhananya, kita belum sampai di sana," kata Dr Keri Althoff, ahli epidemiologi di Sekolah Kesehatan Masyarakat Johns Hopkins Bloomberg sebagaimana dilansir BBC.

Sudah lebih dari 650 hari sejak pasien Amerika pertama yang meninggal akibat Covid-19 dilaporkan di Seattle, Washington.

Total 800.000 melebihi populasi kota-kota seperti Boston atau Washington DC. Tonggak sejarah itu berarti hampir dua kali lebih banyak orang Amerika yang meninggal selama pandemi seperti dalam Perang Dunia 2.

Korban tewas AS jauh melebihi negara lain mana pun.

Tertinggi berikutnya adalah Brasil, dengan lebih dari 616.000 kematian, dan India, yang memiliki lebih dari 475.000 kematian.

Dalam hal kematian per kapita, AS saat ini menempati urutan ke-20 di dunia, membuntuti beberapa negara Amerika Selatan dan Eropa, menurut data Universitas Johns Hopkins.

(Rahman Asmardika)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement