Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

7 Peristiwa Politik Menggemparkan Antara Ahok dan Haji Lulung

Mohammad Adrianto S , Jurnalis-Rabu, 15 Desember 2021 |13:24 WIB
7 Peristiwa Politik Menggemparkan Antara Ahok dan Haji Lulung
Ahok dan Haji Lulung/ MPI
A
A
A

JAKARTA - Politikus PPP Abraham Lunggana alias Haji Lulung tutup usia pada Selasa (14/12/2021) di RS Harapan Kita. Dirinya merupakan sosok politisi yang terkemuka khususnya di daerah Ibu Kota.

(Baca juga: Haji Lulung Meninggal Dunia, Ahok: Semoga Arwah Almarhum Diterima di Sisi Allah)

Tidak hanya itu, Haji Lulung juga merupakan sosok kontroversial. Salah satu kasusnya yang terkenal adalah ketika dirinya bersitenggang dengan Ketua BUMN Basuki Tjahja Purnama alias Ahok kala dirinya masih menjabat sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta.

(Baca juga: Sholatkan Haji Lulung, Anies: Di Hadapan Kita Terbujur Jenazah Pribadi yang Mulia Hidupnya)

Melansir dari beragam sumber, berikut sejumlah hubungan politik Ahok dan Haji Lulung.

 

1. Preman Tanah Abang

 

Konflik Haji Lulung dan Ahok dimulai ketika mantan Wagub DKI Jakarta ini menuduh bahwa Haji Lulung memiliki pendukung berupa gerombolan preman di Tanah Abang.

Hal ini bermula dari keinginan Ahok untuk menertibkan kawasan Pasar Tanah Abang, yang sulit sekali dilakukan. Dirinya menganggap ini karena Haji Lulung mempunyai pengaruh di lokasi tersebut.

2. Tidak Pantas Menjadi Wakil Ketua DPRD

Ahok pernah mengatakan Haji Lulung tidak pantas menjadi Wakil Ketua DPRD. Ini disebabkan karena Haji Lulung dianggap sebagai sosok "selengean" dan banyak tingkah.

Tidak hanya itu, ini juga merupakan balasan dari Ahok ketika Haji Lulung menyebutnya sebagai Wagub selengean, akibat pernah menyebutnya memiliki preman Tanah Abang sebagai pendukungnya.

3. Ingin Pecat Haji Lulung

Konflik ini terus berlanjut, hingga bahkan Ahok meminta Menteri Dalam Negeri saat itu, Gamawan Fauzi, untuk memecat Haji Lulung dari kursi DPRD DKI Jakarta.

"Justru saya mesti bukan ukur jiwa lagi, waktu tes masuknya Mendagri bisa copot harusnya. Mendagri bisa copot seperti itu," ujar Ahok saat itu.

 

4. Sebut Mendagri Perlu Belajar Konstitusi

Situasi ini semakin panas ketika terjadinya konflik warga di Lenteng Agung, Jakarta Selatan, untuk menjadi lurah di daerah itu. Gamawan Fauzi diminta untuk mengkaji ulang keputusannya.

Hal ini didasarkan karena warga sekitar menolak dipimpin oleh Lurah non-muslim. Menanggapi hal ini, Ahok mengatakan kalau Mendagri harus belajar konstitusi lagi untuk memahami situasi terkait.

Ucapan Ahok mendapat reaksi dari Haji Lulung. Dirinya mengatakan bahwa Ahok terlalu emosional dan berlebihan dalam menyikapi situasi tersebut.

5. Ahok Pesimistis Hadapi Banjir

Ahok pernah menyatakan bahwa kawasan Kampung Pulo, Jakarta Timur, akan terus mengalami banjir karena warganya tinggal di dekat sungai. Dirinya bahkan menawarkan relokasi rumah agar warga tidak kebanjiran.

Namun, Haji Lulung justru menganggap bahwa Ahok terlihat pesimistis. Dirinya meminta Ahok untuk mundur saja dari kursi pemimpin jika tidak yakin bisa menanggulangi banjir DKI Jakarta.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement