Share

Pekerja Gereja Dipecat Usai Divaksin Covid-19, Dianggap Lawan Kehendak Tuhan

Susi Susanti, Okezone · Senin 20 Desember 2021 08:04 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 20 18 2519584 pekerja-gereja-dipecat-usai-divaksin-covid-19-dianggap-lawan-kehendak-tuhan-L5M7D4Is7X.jpg Pekerja gereja dipecat usai divaksin Covid-19 (Foto: Daily Star)

AUSTRALIA - Seorang pekerja gereja mengklaim dia dipecat gereja setelah disuntik vaksin Covid-19 karena bosnya mengatakan itu "melawan kehendak Tuhan".

The Sun melaporkan Lainie Chait, yang bekerja di gereja di Australia, mengatakan dia kehilangan pekerjaannya setelah beberapa anggota mengetahui dia telah disuntik vaksin.

Dalam sebuah surat yang diperoleh news.com.au, gereja mengklaim keputusan wanita itu untuk divaksin "bertentangan dengan apa yang dituntut dari kita oleh Tuhan Allah dan Pencipta kita".

Surat itu, yang menguraikan pemecatan pekerja, mengecam "apartheid medis yang dipaksakan" dan "tanggapan yang sangat tidak proporsional" terhadap pandemi oleh pemerintah New South Wales.

Gereja menambahkan bahwa "tidak ada anggota komite atau anggota penuh yang dapat diterima jika mereka secara sadar memilih" untuk divaksinasi terhadap Covid-19.

Diketahui, gereja sekaligus klinik kesehatan ini mempromosikan dan menjual pengobatan kesehatan alternatif, menggambarkan kewajiban vaksin sebagai "apartheid medis".

 Baca juga: Vaksinasi Covid-19 Anak 6-11 Tahun Gunakan Jarum Sekali Pakai

Chait, dari Byron Bay, mengatakan dia terkejut mengetahui dia dikeluarkan dari gereja dan dia mendukung kebebasan memilih dalam keputusan perawatan kesehatan.

"Selama 25 tahun terakhir saya telah mengatakan 'Saya tidak mau, saya tidak perlu pendekatan Barat', tetapi dalam skenario khusus ini saya melakukannya,” terangnya kepada ABC News.

Dia menuduh gereja memegang standar ganda dengan memilih untuk melayani pelanggan divaksin di pusat-pusat kesehatan tetapi menolak untuk mempekerjakan pekerja yang divaksinasi.

Baca juga: Dilematis, Boleh Tolak Vaksin Covid-19, Tapi Terancam Dipecat dari Pekerjaan

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

"Tampaknya sangat munafik dan saya pikir ada banyak orang di industri kesehatan yang munafik,” lanjutnya.

“Pelanggan yang datang banyak yang sudah divaksin, kenapa masih melayani pelanggan yang sudah divaksin dan tidak mempekerjakan orang yang sudah divaksin?,” ujarnya.

"Bagian itu yang tidak saya mengerti, dan itulah kemunafikan yang paling membuat saya kesal,” ungkapnya.

Saat ini, dia sedang mengambil tindakan hukum terhadap Gereja Ubuntu setelah dirinya dipecat pada Oktober lalu.

Kendati demikian Gereja Ubuntu menuduh bahwa Chai ditawari pekerjaan alternatif dengan afiliasi tetapi ditolak.

Sementara itu, Karen Burge, wakil presiden gereja, baru-baru ini mem-posting status di halaman Facebook-nya. Anak-anak kami bukan tikus lab,” tulisnya.

"Setiap hari saya mendengar cerita tentang reaksi merugikan dan kematian setelah vaksin, jadi bagaimana kita diharapkan untuk duduk dan membiarkan mereka menusuk anak-anak kita, terutama saat itu masih dalam tahap percobaan?,” tulis statusnya yang lain.

Seorang juru bicara gereja mengatakan Chait dapat "mencari solusi hukum jika dia mau".

“Kami tidak mendukung apartheid medis pemerintah negara bagian NSW dan kami melihatnya sebagai inkonstitusional dan tidak demokratis dan bertentangan dengan Konstitusi Gereja kami… dan merupakan ancaman signifikan bagi negara ini untuk mempertahankan posisinya sebagai demokrasi perwakilan.,” terangnya.

1
3

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini