Ahli tafsir tulisan kuno UGM Jogja, Dr Soekanto Kartaattnodjo, ragu dengan keaslian ramalan itu karena tidak menemukan bukti ilmiah yang menunjukkan karya asli Ramalan Jayabaya. Meskipun demikian, sampai saat ini ramalan itu tetap hidup dalam kultur masyarakat Jawa.
Ramalan Jayabaya tak hanya dipercaya masyarakat tradisional, tetapi juga modern. Dalam perspektif lain, ramalan ini diterima sebagai petunjuk kehidupan. Masyarakat Jawa umumnya menganggap ramalan ini sebagai warisan nenek moyang yang berisi petunjuk bagi kehidupan. Itulah sebabnya mereka menyebut ramalan ini sebagai Jangka Jayabaya, yang bermakna ramalan akan menjadi kenyataan jika di-jangkah atau dilaksanakan.
(Erha Aprili Ramadhoni)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.