JAKARTA - Rangkaian tur Benny Moerdani ke sejumlah pesantren NU guna meredam kemarahan umat Islam usai peristiwa Tanjung Priok pada tahun 1984 meninggalkan banyak kisah.
Salah satunya adalah safari Benny Moerdani bersama Gus Dur ke Pesantren Futuhiyah pimpinan Kiai M. Sodik Lutfi di Mranggen, Demak, Jawa Tengah. Benny sendiri secara khusus memang memilih target safari ke sejumlah pesantren besar. Gus Dur. yang saat itu Khatib Awwal NU, mengatur pertemuan dan mengenalkan Benny pada para kiai NU.
Dalam pertemuan pada pagi hari itu, Benny disambut meriah. Umbul-ambul warna-warni menghiasi jalan masuk ke pesantren dan ratusan santri berjajar di sana. Berseragam Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat dengan empat bintang di pundak, lebih dari satu jam Benny berbicara di depan seribuan ulama Jawa Tengah dan Yogyakarta.
Ia menyesalkan masih ada orang yang menganggap ABRI menyudutkan umat Islam. Pada prinsipnya kata dia, ABRI tidak akan menangkap umat Islam yang menjalankan agamanya dengan baik.
"Yang ditangkap adalah perusuh yang kebetulan beragama Islam, jadi bukan Islam nya yang ditangkap," ujarnya.
Dalam sambutannya, Kiai Sahal Mahfudz, Rais Syuriah NU, Jawa Tengah mengajukan pertanyaan mengenai terhambatnya kegiatan dakwah di daerah setelah peristiwa Tanjung Priok. Buktinya, dulu berkhotbah tidak perlu izin ini dan itu, sekarang harus memiliki izin dari pamong dan komando rayon militer. "Paling tidak harus memiliki SIM surat izin mubalig." ujarnya menyindir Benny.
(Khafid Mardiyansyah)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.