Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Waketum Kartini Perindo Paparkan Cara Agar Terhindar dari Kekerasan Seksual pada Anak

Riezky Maulana , Jurnalis-Rabu, 22 Desember 2021 |15:24 WIB
Waketum Kartini Perindo Paparkan Cara Agar Terhindar dari Kekerasan Seksual pada Anak
Webinar Partai Perindo (Foto: MPI/Riezky)
A
A
A

JAKARTA - Wakil Ketua Umum Kartini Perindo Ratih Gunaevy membeberkan beberapa cara yang bisa diberitahu kepada anak perempuan agar terhindar dari pelecehan maupun kekerasan seksual. Hal itu dimulai dari cara paling mendasar, yakni mengajarkan anak untuk menjadi sosok yang memiliki tingkat kepercayaan diri tinggi.

"Sehingga anak kita itu tidak mudah di-bully oleh orang lain, memiliki daya tolak dan tidak mudah dirayu," ujar Ratih dalam Webinar Partai Perindo, Rabu (22/12/2021).

Lebih jauh dituturkan, sebisa mungkin para orang tua dapat mengajarkan tentang pendidikan seksualitas. Adapun caranya, bisa dengan menunjukkan bagian tubuh mana yang tidak boleh disentuh oleh orang lain dan harus dilindungi.

"Kita tunjukkan bagian tubuh mana yang harus dilindungi dan tidak boleh disentuh. Area private dr tubuh anak tersebut misalnya, paha, mulut, alat kelamin, dada, dan bokong," jelasnya.

BACA JUGA: Untuk informasi dan registrasi keanggotaan Partai Perindo, kunjungi bit.ly/MemberPartaiPerindo

Ratih turut mengimbau kepada orang tua agar jangan pernah memaksa anak untuk memeluk dan mencium orang lain, sekalipun itu saudara. Apalagi, sambungnya, kalau anak itu tidak mau melakukan hal tersebut.

"Bersalaman saja sudah cukup, bukan berarti kita mengajarkan tidak hormat, tetapi hal ini penting untuk menumbuhkan penghargaan pada dirinya atas tubuhnya sendiri," ucapnya.

BACA JUGA: Untuk informasi tahapan dan mekanisme Konvensi Rakyat, kunjungi konvensirakyat.com atau hubungi (021) 5068200 dan (WA) 081901002376

Kemudian, para orang tua juga diminta untuk bisa mengajarkan anak untuk menghormati orang lain dan didik anak untuk bisa melakukan penolakan atas sesuatu hal yang dirasa jurang etis.

"Krena terkadang anak-anak itu masih muda diiming-imingi, dirayu. Misalnya anak itu titawari permen atau diajak beli mainan," jelasnya.

(Khafid Mardiyansyah)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement