Share

Festival Musik di Arab Saudi Cetak Rekor 732.000 Penonton yang Haus Musik dan Hiburan

Susi Susanti, Okezone · Kamis 23 Desember 2021 17:45 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 23 18 2521667 festival-musik-di-arab-saudi-cetak-rekor-732-000-penonton-yang-haus-musik-dan-hiburan-EYnfV57AfV.jpg Festival musik digelar selama 4 hari berturut-turut di Arab Saudi (Foto: Scene Noise)

RIYADHPihak berwenang Arab Saudi mengatakan festival musik MDLBeast Soundstorm Arab Saudi telah mencetak rekor penonton mencapai lebih dari 700.000 orang di akhir acara festival yang digelar selama empat hari itu.

Kepala Otoritas Hiburan Umum Saudi Turki al-Sheikh mengatakan selama empat hari tercatat 732.000 orang berbondong-bondong ke acara tersebut.

“Kami belum pernah melihat yang seperti ini di Riyadh sebelumnya – keramaian, musik, ruang VIP, pakaian tidak konvensional untuk kerajaan,” ujar seorang wanita Saudi, yang menghadiri festival tersebut, mengatakan kepada AFP.

Bagi wanita muda Saudi, yang berbicara dengan syarat anonim, acara semacam itu tetap bermanfaat dalam menawarkan jalan keluar bagi generasi muda.

“Kami haus akan musik, hiburan, film, tawa, dan jalan-jalan. Kami seperti menemukan kembali negara kami dan itu membuat kami sangat bahagia,” katanya.

Baca juga: Festival Musik Digelar 4 Hari Berturut-turut di Arab Saudi, Hanya Berhenti 15 Menit saat Azan 

Festival yang berakhir pada Minggu (19/12) ini digelar ketika Arab Saudi mengalami lonjakan kasus virus corona di tengah meningkatnya kekhawatiran atas penyebaran varian Omicron baru.

Arab Saudi telah mencatat jumlah kematian terkait Covid-19 tertinggi di antara negara-negara Teluk Arab, dengan lebih dari 8.860 kematian.

Baca juga: Pemerintah Arab Saudi Buat VR untuk Merasakan Hajar Aswad   

Penghibur dan musisi internasional - termasuk superstar DJ Prancis David Guetta - tampil di acara tersebut meskipun ada seruan boikot atas catatan hak asasi manusia (HAM) di Arab Saudi.

Festival ini diluncurkan pada 2019 dan dihadiri banyak pria dan wanita muda, yang dapat dengan bebas berbaur dan menari mengikuti musik barat.

Festival musik ini dihelat ketika para pemimpin Saudi mendorong upaya untuk mengubah citra konservatif dan mendiversifikasi ekonominya, hanya beberapa tahun setelah negara itu mencabut larangan musik dan tarian.

Arab Saudi berusaha mendiversifikasi ekonominya dari minyak, berinvestasi besar-besaran dalam beberapa tahun terakhir di sektor pariwisata, hiburan dan olahraga.

Kebangkitan penguasa de facto Arab Saudi, Putra Mahkota Mohammed bin Salman, pada 2017 telah melakukan sejumlah reformasi. Termasuk pencabutan larangan mengemudi bagi perempuan dan mengizinkan konser campuran gender dan acara lainnya.

  • Tuai kritikan kelompok HAM

Sementara itu, kritikus dan kelompok hak asasi mengatakan kerajaan menggunakan acara olahraga dan hiburan besar untuk menutupi catatan hak asasi manusia yang buruk, termasuk pembunuhan 2018 jurnalis pembangkang Jamal Khashoggi.

Human Rights Watch (HRW) mengatakan bahwa kerajaan menggunakan acara olahraga untuk "mengalihkan perhatian dari pelanggaran hak asasi manusia yang meluas."

“Penampil dan promotor harus menggunakan mikrofon, panggung, dan waktu layar mereka untuk berbicara tentang pelanggaran hak asasi manusia di Arab Saudi atau menolak untuk berpartisipasi dalam skema pencucian reputasi Saudi lainnya,” terang pernyataan HRW menjelang konser musik bintang pop Kanada Justin Bieber. Diketahui, bulan lalu, Bieber tampil selama Grand Prix di Arab Saudi.

Hal ini juga mendapat kritikan dari warganet. "Bagaimana mungkin adegan-adegan ini ada di negara dengan dua situs (Islam) paling suci," tweet satu orang, di samping video pria dan wanita menari bersama,” tulis seorang warganet.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini