Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Tentara Wanita Korut Klaim Dipaksa Aborsi Tanpa Anestesi, Pelecehan Seksual hingga Kelaparan

Susi Susanti , Jurnalis-Jum'at, 24 Desember 2021 |17:02 WIB
Tentara Wanita Korut Klaim Dipaksa Aborsi Tanpa Anestesi, Pelecehan Seksual hingga Kelaparan
Tentara wanita Korea Utara (Foto: Pen News)
A
A
A

“Jadi bahkan sekarang, sulit bagi saya untuk memiliki pernikahan yang baik,” ujarnya.

“Rasa malu yang saya rasakan saat itu masih menghantui saya dan akan terus begitu,” terangnya.

Direktur Eksekutif HRNK Greg Scarlatoiu, mengecam kepemimpinan Korea Utara, mengklaim bahwa perlakuan buruk terhadap perempuan sudah terjadi sampai ke puncak pimpinan Korut.

“Pelecehan yang diderita putri-putri bangsa berseragam di tangan antek-antek rezim mencerminkan penyimpangan dan korupsi partai yang tertanam dalam dan tak tersembuhkan,” terangnya.

"Itu ada di seluruh kepemimpinan puncak, sampai ke puncak rantai komando,” lanjutnya.

Diketahui, semua wanita di Korut menghadapi tugas wajib militer sejak mereka lulus sekolah hingga mereka berusia 23 tahun. Layanan tentara paksa untuk wanita telah disahkan menjadi undang-undang pada 2015.

(Susi Susanti)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement