Share

Mencengangkan, Transformasi IT BPJS Kesehatan Diganjar Penghargaan Bergengsi

Karina Asta Widara , Okezone · Sabtu 25 Desember 2021 16:44 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 25 1 2522546 mencengangkan-transformasi-it-bpjs-kesehatan-diganjar-penghargaan-bergengsi-OBhkJ5ZMG8.jpg Foto: Dok BPJS Kesehatan

Jakarta – Sepanjang tahun 2021, BPJS Kesehatan meluncurkan berbagai terobosan berbasis digital yang mendapat sambutan positif dari peserta JKN-KIS. Fitur antrean online konsultasi dokter online pada Mobile JKN, serta simplifikasi proses rujukan untuk pasien hemofilia dan thalassesmia, nyatanya kian memudahkan peserta JKN-KIS dalam mengakses layanan kesehatan.

Tak hanya peserta JKN-KIS, ada banyak aplikasi yang juga diapresiasi stakeholders JKN-KIS lainnya karena manfaatnya. Sebut saja aplikasi Mobile P-Care Vaksinasi yang membantu mempercepat proses vaksinasi Covid-19 di lapangan, Dashboard Evaluasi Penyakit Kronis (DETAK) yang membantu Pemerintah Daerah untuk mengakses data terkait penyakit kronis hipertensi dan diabetes mellitus, dan sebagainya.

Hadirnya beragam layanan digital tersebut tak lepas dari buah karya tangan dingin Direktur Teknologi dan Investasi BPJS Kesehatan, Edwin Aristiawan. Meski masih relatif baru menjabat sebagai Direktur Teknologi Informasi, Edwin tak ragu melakukan akselerasi digitalisasi layanan sekaligus menguatkan sistem operasional yang sudah ada.

Atas dedikasinya yang luar biasa dalam mengembangkan teknologi informasi BPJS Kesehatan, Edwin pun menerima penghargaan bergengsi ItWorks Top Digital Awards 2021 sebagai Top CIO on Digital Implementation 2021, Jumat (24/12). Penghargaan tersebut diserahkan oleh Ketua Penyelenggara Top Digital Awards 2021 sekaligus pemimpin redaksi majalah ItWorks, M. Lutfi Handayani.

β€œDemi kepuasan dan kenyamanan peserta JKN-KIS, kami berupaya melakukan transformasi digital tanpa berhenti. Bahkan harapan kami, tahun 2024 kami bisa melakukan transformasi digital plus culture. Artinya, bukan hanya di-upgrade teknologi dan prosesnya, melainkan kita juga bentuk orangnya dengan digital talent dan digital mindset. Kami juga akan memperkuat core business dengan komprehensif dan terintegrasi demi menguatkan masa depan BPJS Kesehatan,” ujarnya.

Edwin mengatakan, penguatan sistem digital diharapkan mampu mengakomodir kebutuhan stakeholders JKN-KIS yang bervariasi. Berbagai masukan dari pihak luar pun sangat diperlukan, terlebih sistem informasi di BPJS Kesehatan sangat kompleks.

Oleh karena itu, ia juga menggelar kompetisi Hackathon bagi praktisi IT, developer, data scientist, hingga masyarakat umum untuk menghadirkan ide baru bagi pengembangan sistem teknologi informasi BPJS Kesehatan.

β€œTerima kasih atas penghargaan yang luar biasa dari ItWorks. Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus berkarya untuk melayani peserta dan seluruh stakeholders JKN-KIS sebaik-baiknya,” ucapnya.

(CM)

(Wid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini