Share

Satelit SpaceX Hampir Tabrak Stasiun Luar Angkasa China, Elon Musk Ramai Dihujat Netizen

Rahman Asmardika, Okezone · Selasa 28 Desember 2021 08:29 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 28 18 2523564 satelit-spacex-hampir-tabrak-stasiun-luar-angkasa-china-elon-musk-ramai-dihujat-netizen-r0f9XfCArY.JPG Pendiri SpaceX Elon Musk. (Foto: Reuters)

BEIJING China telah mengajukan keluhan kepada Kantor Urusan Luar Angkasa PBB, mengklaim stasiun luar angkasanya terpaksa mengelak untuk menghindari tabrakan dengan satelit yang diluncurkan Starlink, divisi dari perusahaan dirgantara milik Elon Musk, SpaceX.

Menurut dokumen yang diserahkan awal bulan ini, satelit Starlink hampir menabrak stasiun luar angkasa China dalam dua kesempatan, pada 1 Juli dan 21 Oktober.

BACA JUGA: Diminta Biaya Perbaikan Rp321 Juta, Pria Ini Ledakkan Mobilnya dengan 30 Kg Dinamit

“Untuk alasan keamanan, Stasiun Luar Angkasa China menerapkan kontrol pencegahan tabrakan," kata China dalam sebuah dokumen yang diterbitkan di situs web Kantor Urusan Luar Angkasa Perserikatan Bangsa-Bangsa sebagaimana dilansir Reuters.

Keluhan belum diverifikasi secara independen. SpaceX tidak segera menanggapi permintaan komentar.

Insiden ini membuat warga China rama-ramai mengecam Musk di media sosial. Dalam posting di Weibo, warganet China menyebut Starlink sebagai sampah luar angkasa, bahkan beberapa menyebutnya “senjata perang luar angkasa Amerika Serikat”.

BACA JUGA: China Luncurkan Misi Luar Angkasa Berawak Pertama dalam Lima Tahun

Pendiri Tesla itu adalah seorang tokoh yang cukup terkenal di China.

Dengan hampir 30.000 satelit dan puing-puing lainnya yang diyakini mengorbit planet ini, para ilmuwan telah mendesak pemerintah untuk berbagi data guna mengurangi risiko tabrakan antariksa yang dahsyat.

SpaceX sendiri telah mengerahkan hampir 1.900 satelit untuk melayani jaringan broadband Starlink, dan berencana lebih banyak lagi.

"Risiko Starlink secara bertahap terungkap, seluruh umat manusia akan membayar untuk aktivitas bisnis mereka," kata seorang pengguna dengan nama Chen Haiying di Weibo.

Badan antariksa AS NASA terpaksa tiba-tiba membatalkan perjalanan antariksa pada akhir November, dengan alasan risiko yang ditimbulkan oleh puing-puing luar angkasa. Musk tweeted sebagai tanggapan bahwa beberapa orbit satelit Starlink telah disesuaikan untuk mengurangi kemungkinan tabrakan.

China mulai membangun stasiun luar angkasa pada April dengan peluncuran Tianhe, yang terbesar dari tiga modulnya. Stasiun ini diharapkan akan selesai pada akhir 2022 setelah empat misi berawak.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini