Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Jenderal TNI Subagyo, Awalnya Ditertawakan Selanjutnya Jabat Danjen Kopassus hingga Jadi Bintang Empat

Riezky Maulana , Jurnalis-Rabu, 29 Desember 2021 |06:17 WIB
Jenderal TNI Subagyo, Awalnya Ditertawakan Selanjutnya Jabat Danjen Kopassus hingga Jadi Bintang Empat
Mantan Danjen Kopassus dan KSAD Jenderal TNI (Purn) Subagyo HS. (Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Jenderal TNI (Purn) Subagyo Hadi Siswoyo alias Subagyo HS pernah memiliki pengalaman tidak mengenakan sewaktu masih menjadi prajurit Komando Pasukan Khusus (Kopassus). Saat itu, Subagyo muda bercita-cita ingin menjadi jenderal.

Impiannya itu pun menjadi bahan ledekan dan tawaan. Namun, ledekan tersebut justru memacunya untuk mencapai keinginannya.

Serdadu berkumis lebat itu bahkan menembus pangkat bintang empat ketika dipercaya sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) pada 1998-1999.

Kisah ledekan itu terjadi kala Subagyo masih perwira menengah Kopassus berpangkat letnan kolonel. Suatu waktu, ia berkumpul dengan teman-teman lamanya seraya makan bakmi goreng di Kauman, Yogyakarta.

Sambil ngobrol ngalor-ngidul, Bagyo mengungkapkan keinginannya untuk menjadi jenderal suatu saat nanti. Sebuah impian yang wajar sebenarnya. Bagi semua prajurit terutama dari lulusan akademi militer, menjadi jenderal adalah impian. Tapi apa yang terjadi?

“Mendengar itu (cita-cita Subagyo), rekan-rekannya spontan menanggapi dengan nada sinis dibarengi gelak tawa,” kata Carmelia Sukmawati dalam buku ’Subagyo HS KASAD dari Piyungan’, dikutip Rabu (29/12/2021).

Bukan tanpa sebab bila teman-temannya menertawakan. Mereka tahu persis latar belakang Bagyo, siapa orangtuanya, kerabat dan dari mana berasal. Cita-cita Bagyo untuk menembus pangkat jenderal dianggap terlalu muluk bagi seorang anak desa.

Salah seorang rekan Bagyo yakni Rosil (kelak menjadi pengusaha di Yogyakarta). Aktivis Muhammadiyah ini sahabat karib Bagyo sekaligus tempat bertanya tentang hal-hal rohaniah. Rosil mengakui saat itu tidak ada yang percaya dengan omongan Bagyo.

Baca Juga : Berasal dari Keluarga Sederhana, Jenderal Kopassus Ini Pimpin TNI AD karena Doa Ibunda 

“Waktu itu Subagyo sudah sangat yakin dirinya akan bisa menjadi jenderal. Tapi teman-temannya tidak ada yang percaya. Bagaimana mungkin dia bisa mewujudkan impiannya itu, kami tahu latar belakangnya,” kata dia.

Subagyo lahir pada 12 Juni 1946 di Desa Piyungan, Kabupaten Bantul atau sekitar 15 kilometer arah timur Yogyakarta. Dia anak ketiga dari lima bersaudara dari pasangan Yakub Hadiswoyo dan Sukiyah. Saat lahir, namanya hanya Subagyo (tanpa embel-embel Hadisiswoyo). Su berarti lebih, bagyo diartikan bahagia.

Untuk ukuran masyarakat desa pada masanya, kondisi ekonomi keluarga Hadisiswoyo tergolong biasa-biasa saja. Rumah Hadisiswoyo berdinding gedek (anyaman bambu) dengan lantai tanah. Untuk membantu ekonomi keluarga, Sukiyah berjualan di pasar. Adapun Yakub dikenal sebagai juru penerang yang bekerja pada Djawatan Penerangan.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement