Share

Penggerebekan Narkoba, Angkatan Laut AS Sita Heroin Senilai Rp2,7 Triliun Sepanjang 2021

Susi Susanti, Okezone · Jum'at 31 Desember 2021 15:35 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 31 18 2525601 penggerebekan-narkoba-angkatan-laut-as-sita-heroin-senilai-rp2-7-triliun-sepanjang-2021-nYEtmITVqX.jpg Angkatan Laut AS sita heroin senilai Rp2,7 triliun selama 2021 (Foto: US Navy)

NEW YORK - Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) telah menyita sejumlah besar heroin, senilai sekitar USD4 juta (Rp57 miliar) dari sebuah kapal penangkap ikan di Laut Arab. Heroin yang disita pada Senin (27/12) ini berjumlah 385 kilogram (849 pon).

Para pejabat mengatakan heroin itu telah dihancurkan di laut. Sembilan awak kapal tanpa kewarganegaraan itu dilaporkan dibebaskan setelah obat-obatan terlarang itu disita. Menurut pernyataan Angkatan Laut, para kru kapal diidentifikasi sebagai orang Iran.

Komandan Timothy Hawkins, juru bicara Armada Kelima, tidak merinci produsen obat atau tujuan akhir pengiriman heroin tersebut.

Sementara itu, menurut siaran pers pada Kamis (30/12), Satuan Tugas Gabungan (CTF) 150 selama tahun ini telah menyita obat-obatan terlarang di laut senilai lebih dari USD193 juta (Rp2,7 triliun). Jumlah ini diklaim lebih tinggi dari jumlah gabungan empat tahun sebelumnya.

Baca juga: Ketika Sabu dan Heroin Jadi Jalan Keluar Kesulitan Ekonomi

Gugus tugas mengatakan patroli mereka di luar Teluk Arab dimaksudkan untuk menghentikan organisasi kriminal dan teroris, serta kegiatan terlarang seperti pengiriman senjata dan narkotika.

“Upaya ini membantu memastikan pengiriman komersial yang sah transit di kawasan itu bebas dari ancaman non-negara,” bunyi pengumuman Angkatan Laut.

Baca juga: 3 Ton Heroin Disita di Pelabuhan, Total Nilai Capai Rp38 Triliun

Angkatan Laut mengatakan personel Amerika di atas USS Tempest dan USS Typhoon bekerja sebagai bagian dari satuan tugas internasional saat melakukan pendaratan verifikasi bendera.

Adapun CTF 150 adalah bagian dari Pasukan Maritim Gabungan 34 negara, yang bermarkas di Bahrain dengan Komando Pusat Angkatan Laut AS dan Armada Kelima AS. Pasukan tersebut beroperasi dengan berpatroli dan melakukan operasi kontra terorisme di laut.

(sst)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini