Share

Dituding Ikuti Taliban, Bangladesh Batalkan Pembuatan Pantai Khusus Wanita

Rahman Asmardika, Okezone · Jum'at 31 Desember 2021 19:32 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 31 18 2525739 dituding-ikuti-taliban-bangladesh-batalkan-pembuatan-pantai-khusus-wanita-MaiR9aMe1s.jpg Ilustrasi. (Foto: Reuters)

DHAKA - Pihak berwenang di Bangladesh telah membatalkan keputusan mereka untuk membuka pantai khusus wanita setelah menghadapi tuduhan bahwa mereka menjadi kaki tangan kelompok Islam garis keras.

Pada Kamis (30/12/2021) para pejabat telah membuka bagian 150m pantai Cox's Bazar untuk wanita dan anak-anak. Akan tetapi beberapa jam kemudian mengumumkan bahwa mereka membatalkan ide tersebut.

BACA JUGA: 20 Mahasiswa Dihukum Mati Atas Pembunuhan Brutal di Kampus

Keputusan untuk memisahkan pantai itu dibuat menyusul permintaan dari beberapa wanita, kata para pejabat sebagaimana dilansir BBC.

Bangladesh adalah negara mayoritas Muslim dan sebagian besar tetap konservatif.

BACA JUGA: Sejarah Perayaan Tahun Baru, dari Babilonia, Romawi, Hingga Saat Ini

"(Para wanita) meminta bagian pantai khusus untuk diri mereka sendiri, karena mereka merasa malu dan tidak aman di tempat yang ramai," Abu Sufian, seorang pejabat senior di Cox's Bazar, mengatakan kepada AFP.

Perpindahan ke bagian lepas pantai juga terjadi setelah berita pemerkosaan geng terhadap seorang wanita di Cox's Bazar pekan lalu mengejutkan negara itu, memicu protes atas keselamatan perempuan di daerah tersebut.

Namun keputusan tersebut memicu kegemparan di media sosial. Kritikus menuduh pemerintah menyetujui kelompok Islam garis keras, yang baru-baru ini mengadakan demonstrasi besar-besaran menuntut pemisahan gender di tempat kerja dan pabrik.

Seorang komentator menggambarkan pemisahan pantai sebagai "Talibistan," mengacu pada kelompok Islam Taliban yang dalam beberapa bulan terakhir mengekang hak-hak perempuan di Afghanistan.

Cox's Bazar di Bangladesh adalah pantai laut alami terpanjang di dunia, dan tujuan wisata populer di negara ini.

Ratusan ribu mengunjungi daerah tersebut selama periode perayaan, dan sektor pariwisata telah berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini