Share

Pimpinan Ponpes Perkosa Santriwati hingga Melahirkan

Era Neizma Wedya, iNews · Jum'at 31 Desember 2021 20:35 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 31 340 2525760 pimpinan-ponpes-perkosa-santriwati-hingga-melahirkan-mHT3SVsYGN.jpg Pimpinan Ponpes yang perkosa santriwati hingga hamil (foto: MNC Portal/Era)

OKUS - Seorang ustadz sekaligus Pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Darul Ulum di Kabupaten OKU Selatan, Sumsel, Moh. Syakur (50) ditangkap polisi karena memperkosa santriwatinya. Mirisnya, perlakuan tersebut hingga santrinya melahirkan.

Kapolres OKU Selatan, AKBP Indra Arya Yudha mengatakan, terungkapnya kasus pemerkosaan di lingkungan Ponpes ini berawal dari kecurigaan masyarakat yang curiga dengan kehamilan seorang santriwati bernisial S (19).

"Korban juga baru saja melahirkan bayinya pada 21 Desember 2021 lalu," katanya, Jumat (31/12/2021).

Baca juga:  Bermodalkan HP, Pria Paruh Baya Cabuli Anak Tetangganya

Dari situ, petugas kepolian kemudian membangun kasus (case building). Petugas melakukan pendekatan kepada korban dan keluarganya sampai akhirnya yang bersangkutan menceritakan penyebab kehamilannya.

Berdasarkan pengakuan korban, tindak amoral itu tejadi April 2021, dimana ia yang saat itu masih berstatus santri tersebut memilih tidak pulang ke rumah saat Ponpes Darul Ulum libur.

“Ponpes saat itu sedang libur. Tapi korban memilih tidak pulang. Alasannya jarak tempuh ke desanya yang mencapai 2 jam perjalanan," katanya.

 Baca juga: Pegawai Kelurahan di Tangsel Cabuli 3 Siswi Magang

Korban yang saat itu sedang tiduran sembari bermain ponsel sendirian di kamar asrama tiba-tiba dihampiri pelaku Syakur.

"Korban saat iti sempat menanyakan maksud kedatangan pelaku. Tapi tidak dijawab. Pelaku malah langsung memeluk korban," katanya.

Mendapat perlakuan seperti itu membuat korban tidak terima dan berusaha melepaskan diri. Tapi ia kalah tenaga hingga terjadi aksi pemerkosaan tersebut.

Setelah kejadian itu, Syakur meminta korban agar tidak menceritakan kejadian itu kepada siapapun dengan sejumlah bujuk rayu.

"Tapi pada Juni 2021, korban yang curiga karena tidak kunjung menstruasi menyampaikan keluhannya itu kepada pelaku," katanya.

Akan tetapi, Syakur justru mengirimkan sebuat video melalui pesan WhatsApp kepada korban yang memperlihatkan seseorang sedang kerasukan.

"Pelaku menyebut korban sedang sakit dan diganggu mahkluk halus hingga menyebabkannya tidak menstruasi," katanya.

Dikatakan Kapolres, setelah mendapat keterangan korban dan melakukan penyelidikan yang cukup panjang, Syakur kemudian ditangkap karena terbukti memperkosa korban.

"Korban sendiri saat ini sudah selesai menjalani pendidikan di Ponpes itu dan sudah berstatus sebagai mahasiswi di sebuah perguruan tinggi di Lampung," katanya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, Syakur juga diketahui merupakan residivis kasus pencabulan dan pernah dipenjara selama 1 tahun 8 bulan pada tahun 2006 lalu.

"Kasus ini masih kami dalami. Untuk sementara korbannya baru satu orang. Tapi tidak menutup kemungkinan ada korban-korban lainnya," katanya.

Sementara itu, Syakur mengakui segala perbuatannya. Akan tetapi menurutnya peristiwa itu terjadi tanpa adanya unsur paksaan kepada korban.

"Saya khilaf, dan saya juga tidak tahu kalau korban sampai hamil bahkan melahirkan anak," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini