Share

Ponpes As-Sunah di Lombok Diserang Massa, Polisi Duga Buntut soal Makam Leluhur

edy gustan, Koran SI · Senin 03 Januari 2022 05:01 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 03 340 2526446 ponpes-as-sunah-di-lombok-diserang-massa-polisi-duga-buntut-soal-makam-leluhur-5RUGeseVBy.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

MATARAM - Sekelompok massa tidak dikenal yang menyerang Pondok Pesantren As-Sunnah di Bagek Nyaka, Kecamatan Aikmel, Lombok Timur, pada Minggu 2 Desember 2021 dini hari.

Sejumlah fasilitas hingga kendaraan mobil rusak setelah dibakar massa yang mayoritas menggunakan masker itu.

Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Artanto, mengatakan, kejadian tersebut diduga buntut dari menyebarnya potongan video yang mendiskreditkan sejumlah makam leluhur di Lombok.

Dia menambahkan bahwa dalam waktu dekat pihaknya akan mengambil keterangan dari berbagai pihak terkait permasalahan tersebut, baik kasus perusakan dan video ujaran kebencian yang viral di medsos tersebut.

“Percayakan kepada pihak kepolisian untuk menuntaskan kasus tersebut dan masyarakat agar tenang," ujar Artanto, Senin (3/1/2022).

Baca juga: Ponpes As-Sunah di Lombok Diserang Massa, Polisi: Kami Imbau Warga Tetap Tenang

Ia mengatakan, Sejumlah organisasi kemasyarakatan (Ormas) dan warga juga telah mendatangi Polda NTB untuk menyampaikan laporan, terkait keberatannya terhadap ujaran dalam video tersebut.

Untuk itu, warga diharap tenang dan tidak melakukan tindakan anarkis yang dapat mengganggu jalannya proses penegakan hukum yang dilakukan pihak kepolisian.

Baca juga: 2 Satker dan 1 Polres Raih WBK, Kapolda NTB: Kita Bisa Sejajar dengan Polda Lain

Baca Juga: Salurkan BLT BBM kepada 20,65 Juta KPM, Ini Strategi Pos Indonesia

Artanto meminta masyarakat tetap menjaga Kamtibmas. Sedangkan di Markas As-sunah Bagik Nyaka dan lokasi pembangunan masjid Imam Asy Syafi'i serta rumah H. Sunardi selaku ketua pembangunan Masjid, telah dilakukan pengamanan ekstra dari Polres Lotim dan Brimob serta menjaga status quo TKP tersebut.

Selain itu, pihaknya segera menggalang tokoh masyarakat, tokoh agama agar tidak terprovokasi dan melakukan penebalan pengamanan dari Sabhara Polres dan Kompi Brimob Lotim.

"Kami imbau agar warga tetap tenang, dan jangan melakukan tindakan-tindakan yang dapat mengganggu jalannya proses yang kami lakukan," pungkasnya.

Baca juga: Lombok Diblokade, Pencuri di Sirkuit Mandalika Ditangkap saat Hendak Menyeberang Pulau

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini