Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Protes Kebijakan Wajib Vaksin Covid-19, Seorang Pria Bakar Diri di Melbourne

Rahman Asmardika , Jurnalis-Selasa, 04 Januari 2022 |17:19 WIB
Protes Kebijakan Wajib Vaksin Covid-19, Seorang Pria Bakar Diri di Melbourne
Foto: Twitter.
A
A
A

MELBOURNE – Seorang pria di Australia mengalami luka-luka yang mengancam nyawanya setelah membakar dirinya di depan. Aksi itu dilaporkan dilakukan sebagai protes atas pembatasan virus corona di Australia, termasuk mandat vaksin baru di Negara Bagian Victoria.

Menurut laporan media lokal yang dilansir RT, aksi bakar diri yang mengerikan itu terjadi di RIchmond, pinggiran kota Melbourne, Richmond pada Sabtu (1/1/2022), pada Hari Tahun Baru. Saksi mata mengatakan bahwa seorang pria tak dikenal mengguyur badannya dengan bensin dan membakar dirinya sendiri, sambil meneriakkan kecaman terhadap tindakan penanggulangan pandemi Covid-19 yang diberlakukan.

BACA JUGA: Awali Tahun Baru 2022, Australia Catat Rekor Kasus Covid-19

“Kulitnya terbakar. Dia terbakar," seorang saksi mata, yang meminta untuk tidak disebutkan namanya, mengatakan kepada Herald Sun dari Melbourne. “Kulitnya menempel di bajuku. Dia hanya dari wajahnya (mabuk) berteriak tentang mandat.”

Dampak dari aksi pria tersebut dilaporkan direkam dalam video, dimana seorang saksi mengatakan bahwa pria itu "baru saja meledakkan mobilnya" dengan ratapan orang-orang yang ketakutan terdengar di latar belakang. Kobaran api yang cukup besar juga terlihat agak jauh di ujung jalan.

BACA JUGA: Rekor! Melbourne Jadi Kota yang Paling Lama di-Lockdown Selama Pandemi

Saksi lain yang sedang makan di restoran terdekat selama insiden itu mengatakan dia bisa mendengar pria itu "berteriak 'tidak ada kartu vaksin!'" dan melihatnya "melempar buku". Saksi mata itu menambahkan bahwa pria tersebut kemudian menuangkan bensin ke dirinya sendiri dan ke mobilnya dengan sengaja.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement