Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Omicron Merebak, Ketua DPR Minta Pemerintah Pertimbangkan Kembali PTM 100 Persen

Felldy Utama , Jurnalis-Selasa, 04 Januari 2022 |14:07 WIB
Omicron Merebak, Ketua DPR Minta Pemerintah Pertimbangkan Kembali PTM 100 Persen
Ketua DPR RI Puan Maharani. (Dok DPR)
A
A
A

JAKARTA - Ketua DPR RI, Puan Maharani, meminta pemerintah mempertimbangkan kembali penerapan pembelajaran tatap muka (PTM) 100% hingga pelaksanaan vaksinasi Covid-19 terhadap anak dilakukan telah merata. Apalagi, kata dia, saat ini ada ancaman Covid-19 varian Omicron.

“Kami meminta pemerintah pusat dan pemerintah daerah mempertimbangkan masukan sejumlah ahli yang keberatan dengan pelaksanaan PTM 100% mengingat Omicron sedang merebak,” kata Puan dalam keterangannya, dikutip pada Selasa (4/1/2022).

Puan mengatakan, sejumlah ahli epidemiologi meminta PTM 100% tidak dilaksanakan untuk saat ini. Karena itu, dia berharap pemerintah mempertimbangkan saran dari para ahli.

“Tidak semua sekolah memiliki fasilitas serta sarana dan prasarana yang memadai untuk menunjang PTM 100%. Pemerintah harus mempertimbangkan aspek kesiapan sekolah masing-masing sehingga penerapan PTM 100% sebaiknya tidak digeneralisasi,” ujarnya.

Puan menilai, PTM 100% masih rentan terutama untuk anak usia 6-11 tahun. Menurutnya, lebih baik kebijakan pemberlakuan PTM 100% dievaluasi sampai capaian vaksinasi Covid-19 anak usia sekolah selesai dilakukan.

“Lengkapi vaksinasi terlebih dahulu sambil memantau kesiapan tiap-tiap sekolah, baru setelahnya diputuskan apakah sekolah sudah siap melaksanakan PTM 100%,” tuturnya.

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) merekomendasikan sejumlah hal yang perlu dilakukan sebelum PTM 100% diterapkan. Salah satunya adalah vaksinasi anak lengkap atau 2 dosis. Oleh karena itu, Puan mendorong percepatan vaksinasi anak usia sekolah.

“Lebih baik fokus terhadap percepatan vaksinasi anak, dan tidak terburu-buru melakukan PTM 100%. Keselamatan anak-anak harus jadi yang utama,” tuturnya.

Puan menekankan pentingnya kehati-hatian pemangku kebijakan terkait persoalan PTM. Pemerintah juga diminta memperhatikan laporan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) yang menyebut masih banyak pelanggaran protokol kesehatan di sekolah, termasuk guru yang tidak memakai masker saat berinteraksi dengan anak.

Baca Juga : PTM 100% di Malang Ditunda, Ini Alasan Dinas Pendidikan

“Maka pengawasan yang ketat juga perlu dilakukan untuk memastikan setiap aspek kesiapan, termasuk penerapan protokol kesehatan, sudah dipatuhi oleh pihak sekolah di seluruh daerah,” ucap Puan.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement