Share

17 Saksi Diperiksa Polisi Terkait Perusakan Ponpes As-Sunnah

Antara, · Rabu 05 Januari 2022 13:57 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 05 340 2527764 17-saksi-diperiksa-polisi-terkait-perusakan-ponpes-as-sunnah-jgzHDxvIGp.jpg Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Artanto (Foto: Antara)

MATARAM - Polisi memeriksa 17 saksi terkait kasus perusakan sejumlah fasilitas yang ada di Pondok Pesantren As-Sunnah, Bagek Nyaka, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat.

"Saat ini, masih 17 saksi yang sudah diambil keterangannya," kata Kepala Bidang Humas Polda NTB Kombes Pol Artanto di Mataram, Rabu (5/1/2022).

Baca Juga:  6 Buruh Tersangka Perusakan Ruang Kerja Gubernur Banten Ditangkap

Kalangan saksi yang dimintai keterangannya itu, dijelaskan Artanto, masih berasal dari kalangan warga yang berada dan menyaksikan langsung aksi perusakan.

"Saksi yang diperiksa ini adalah mereka yang berada di TKP saat kejadian (perusakan) berlangsung," ujarnya.

Untuk selanjutnya, kata dia, keterangan para saksi akan disesuaikan dengan hasil olah TKP dan barang bukti yang ditemukan. "Jadi, semua masih dalam proses penanganan kami," ucapnya.

Perusakan sejumlah fasilitas Pondok Pesantren As-Sunnah, di Bagek Nyaka, Kecamatan Aikmel, Kabupaten Lombok Timur, yang terjadi pada Minggu 2 Januari 2022 dini hari tersebut diduga ulah sekumpulan massa tak dikenal.

Baca Juga:  Rusak Mobil dan Aniaya Pejalan Kaki, 6 Pemuda Mabuk Ditangkap

Kabarnya, peristiwa itu merupakan reaksi yang dipicu oleh cuplikan video pendek berdurasi 19 detik dengan tayangan ceramah Ustadz Mizan Qudsiah dari Pesantren As-Sunnah diduga telah mendiskreditkan makam keramat para leluhur di Pulau Lombok.

Lebih lanjut, Artanto menyampaikan bahwa situasi terkini di Pondok Pesantren As-Sunnah, Bagek Nyaka, terpantau kondusif. Pihaknya melalui personel dari Polres Lombok Timur dan Satuan Brimob Polda NTB juga telah bersiaga untuk mengamankan lokasi.

"Karena TKP saat ini berstatus Quo, jadi Polres Lombok Timur dan Brimob melakukan pengamanan di lokasi. Kondisi terkini aktivitas pesantren sudah berjalan lancar dan tetap terpantau kondusif," kata dia.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini