Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Keris Empu Gandring, Pusaka dari Batu Meteor dengan Kutukan Berdarah

Tim Okezone , Jurnalis-Minggu, 09 Januari 2022 |05:05 WIB
Keris Empu Gandring, Pusaka dari Batu Meteor dengan Kutukan Berdarah
Ilustrasi keris (Foto: Ist)
A
A
A

Ken Arok pun teringat kutukan Empu Gandring, hingga kemudian berniat untuk memusnahkan keris tersebut dengan membantingnya sampai hancur berkeping-keping. Namun, keris tersebut tiba-tiba melayang dan menghilang dan berpindah tangan ke Anuspati.

Anuspati yang dikuasai dendam menyerahkan keris kepada Ki Pangalasan, orang dipercaya untuk menghabisi Ken Arok. Setelah tugasnya diselesaikan, Anuspati pun membunuh Ki Pangalasan untuk menghilangkan jejak dengan menggunakan keris pusaka tersebut. 

Anuspati pun mengambil pemerintahan Ken Arok. Namun, tak berlangsung lama karena putra Ken Arok dari Ken Umang, yakni Tohjaya yang mengetahui kasus pembunuhan tersebut menuntut balas.

Tohjaya menggelas sabung ayam kerajaan yang digemari Anuspati. Dalam kelengahan Anuspati, Tohjaya mengambil kesempatan mengambil keris Empu Gandring dan langsung membunuhnya di tempat.

Pembunuhan itu dilakukan berdasarkan hukuman, karena Anuspati diyakni sebagai pembunuh Ken Arok. Tohjaya pun mengambil alih kekuasaan dan menjadi raja. Kekuasaan Tohjaya tak juga lama, karena mencuat ketidakpuasan rakyat atas kepemimpinannya. Hal itu juga dirasakan kalangan elite istana, baik dari keluarga maupun saudaranya, seperti Mahisa Campaka dan Dyah Lembu Tal.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement