JAKARTA – Ade Puspitasari, anak Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi, menuding Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bermain politik. Menurutnya, komisi antirasuah itu sedang mengincar 'kuning' yang identik dengan Partai Golkar. Hal tersebut diungkapkan Ade Puspitasari setelah ayahnya, Rahmat Effendi terjaring OTT KPK.
(Baca juga: Ternyata Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi Sudah Dibidik KPK Sejak Lama)
Wakil Ketua KPK, Nurul Ghufron merespon tudingan Ade Puspitasari tersebut. Menurut Ghufron, tudingan-tudingan negatif terhadap KPK sebenarnya sudah biasa terjadi. KPK tidak terkejut. Apalagi, tudingan itu datang dari Ade Puspitasari yang ayahnya saat ini sedang diproses hukum oleh KPK.
"Anak membela orang tua itu biasa, KPK tidak terkejut dan memahami pembelaan putri RE (Rahmat Effendi), termasuk mengkaitkan dan menyeret-menyeret persoalan hukum yang sedang KPK jalankan ke ranah politik," kata Ghufron melalui pesan singkatnya, Senin (10/1/2022).
(Baca juga: Beredar Video Ketua Golkar Bekasi Sebut Rahmat Effendi Tak Kena OTT KPK)
Namun dia menegaskan KPK tidak berpolitik. Terlebih soal OTT Rahmat Effendi. Ditekankan Ghufron, Operasi Tangkap Tangan (OTT) serta penetapan tersangka KPK terhadap Rahmat Effendi murni penegakan hukum. KPK melakukan kegiatan penindakan dilandasi dengan fakta, bukti, dan dasar hukum.
"KPK dalam kegiatan penangkapan berdasarkan bukti-bukti yang telah dikumpulkan lama sebelumnya, prosesnya pun didokumentasikan bukan saja dengan foto, bahkan video sehingga alibi putri RE bisa nanti kami buktikan di persidangan," beber Ghufron.
Ghufron mempersilakan Ade Puspitasari dan pihak lainnya yang tidak sepakat dengan penetapan tersangka Rahmat Effendi untuk mengajukan protes lewat jalur hukum. KPK akan menghormati proses hukum yang ditempuh keluarga Rahmat Effendi ataupun pihak lainnya.
"Kami mempersilahkan dan menghormati kepada yang bersangkutan atau keluarga untuk melakukan pembelaan sesuai koridor hukum sebagai hak tersangka," ucap Ghufron.
"Rakyat Indonesia sudah sangat memahami bahwa mempolitisasi penegakan hukum oleh KPK selama ini sudah kerap terjadi, toh di pengadilan terbukti Kebenaran tindakan KPK," sambungnya.
Untuk diketahui, Ade Puspitasari sempat protes soal Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK terhadap Ayahnya, Rahmat Effendi. Protes Ade tersebut sempat terekam kamera. Video protes Ade terkait penangkapan Rahmat Effendi tersebut kemudian viral di media sosial (medsos).