Share

Pemimpin Katolik dan Yahudi Kecam Bendera Nazi yang Digunakan di Peti Mati di Gereja

Susi Susanti, Okezone · Rabu 12 Januari 2022 08:39 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 12 18 2530864 pemimpin-katolik-dan-yahudi-kecam-bendera-nazi-yang-digunakan-di-peti-mati-di-gereja-OFrlvpt2Th.jpg Peti mati yang menggunakan bendera Nazi (Foto: AP)

ITALIA - Para pemimpin Katolik dan Yahudi di Italia pada Selasa (11/1) mengutuk insiden ketika ekstremis sayap kanan memasang bendera dengan swastika di peti mati di luar sebuah gereja setelah pemakaman keagamaan dan memberi penghormatan ala Nazi.

Keuskupan Agung Katolik Roma mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa para pendeta paroki St. Lucy di lingkungan pusat Roma, termasuk orang yang memimpin upacara pemakaman, tidak tahu apa yang terjadi di luar gereja pada Senin (10/1).

Gambar-gambar di internet menunjukkan peti mati yang membawa tubuh Alessia Augello, mantan anggota kelompok ekstremis sayap kanan Forza Nuova, ditutupi oleh bendera Nazi.

Baca juga: Kisah Nazi yang Putar Musik Klasik saat Bantai Yahudi

Pernyataan keuskupan menyebut bendera itu "simbol mengerikan yang tidak dapat didamaikan dengan agama Kristen" dan mengatakan episode itu adalah contoh ofensif dari "eksploitasi ideologis" dari sebuah layanan keagamaan.

Polisi mengatakan mereka sedang menyelidiki insiden itu sebagai kemungkinan kejahatan rasial.

Baca juga: Viral Bendera Nazi Raksasa Berkibar di Kota Palestina, Ternyata Ini Faktanya

Komunitas Yahudi Roma menyatakan kemarahannya karena peristiwa seperti itu masih bisa terjadi lebih dari tujuh dekade setelah berakhirnya Perang Dunia II dan jatuhnya kediktatoran fasis Italia.

Baca Juga: KKP Pastikan Proses Hukum Pelaku Perdagangan Sirip Hiu Ilegal di Sulawesi Tenggara

"Tidak dapat diterima bahwa bendera dengan swastika masih dapat dikibarkan di depan umum di zaman sekarang ini, terutama di kota yang menyaksikan deportasi orang-orang Yahudi oleh Nazi dan kolaborator fasis mereka," kata pernyataan itu.

Pernyataan komunitas Yahudi pada Selasa (11/1) mengatakan insiden pemakaman itu bahkan lebih keterlaluan karena terjadi di depan sebuah gereja.

Insiden serupa terjadi di luar gereja Roma lainnya pada Maret tahun lalu.

Seperti diketahuim setelah penggerebekan di lingkungan Yahudi Roma pada 16 Oktober 1943, lebih dari 1.000 orang Yahudi di ibu kota dideportasi, sebagian besar ke kamp kematian Auschwitz di Polandia yang diduduki Nazi. Hanya 16 orang yang kembali.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini