Share

Jepang dan Singapura Dinobatkan Sebagai Pemilik Paspor 'Terkuat' 2022, Indonesia Peringkat Berapa?

Rahman Asmardika, Okezone · Rabu 12 Januari 2022 10:54 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 12 18 2530930 jepang-dan-singapura-dinobatkan-sebagai-pemilik-paspor-terkuat-2022-indonesia-peringkat-berapa-xDFVff1Oul.jpg Ilustrasi. (Foto: Reuters)

JAKARTA – Jepang dan Singapura dinilai sebagai negara pemilik paspor paling ramah perjalanan, menurut peringkat kekuatan paspor yang dirilis pada Selasa (11/1/2022). Peringkat baru ini kembali memperlihatkan kesenjangan kekuatan paspor antara negara kaya dan miskin.

BACA JUGA: Afghanistan Akan Segera Keluarkan Paspor

Tanpa memperhitungkan pembatasan Covid-19, perusahaan Inggris Henley & Partners merilis peringkat kekuatan paspor untuk awal 2022.

Singapura dan Jepang berada di urutan teratas dengan paspor yang dapat mengakses 192 negara tanpa visa. Kedua negara itu diikuti oleh Korea Selatan dan Jerman sedangkan negara-negara Uni Eropa dan Amerika Serikat (AS) mendominasi peringkat 10 besar.

BACA JUGA: Diplomat AS Ditangkap Gara-gara Diduga Jual Paspor Palsu ke Warga Suriah

Sementara itu Irak dan Afghanistan berada di peringkat terbawah dengan paspor yang hanya bisa mengakses 28 dan 26 negara, tanpa visa, demikian diwartakan RT.

Indonesia berada di urutan 72 dari 199 negara, dengan paspor yang memungkinkan perjalanan bebas visa ke 71 negara.

Baca Juga: Dukung Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kabupaten Morowali Hibahkan Tanah ke KKP

Studi mobilitas global yang dirilis bersama dengan peringkat paspor itu menemukan bahwa peningkatan perjalanan yang terlihat di negara berpenghasilan menengah ke atas dan tinggi telah merugikan negara-negara berpenghasilan rendah dan yang dianggap "berisiko tinggi" dari segi keamanan dan pertimbangan lainnya.

Laporan itu juga mengatakan bahwa “ketidaksetaraan” dalam mobilitas global ini telah diperburuk oleh hambatan perjalanan selama pandemi, dengan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres baru-baru ini menyamakan pembatasan yang diberlakukan terhadap sebagian besar negara-negara Afrika dengan “perjalanan apartheid.”

Laporan itu tidak memperkirakan ketidakpastian lebih lanjut tentang perjalanan dan mobilitas untuk sisa tahun ini, dengan munculnya varian Omicron dari virus corona.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini