Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Arca Prajnaparamita, Menggambarkan Ken Dedes atau Gayatri Rajapatni?

Tim Okezone , Jurnalis-Kamis, 13 Januari 2022 |06:53 WIB
Arca Prajnaparamita, Menggambarkan Ken Dedes atau Gayatri Rajapatni?
Arca Prajnaparamita (Foto: Wikipedia)
A
A
A

JAKARTA - Arca Prajnaparamita pertama kali diketahui keberadaannya pada tahun 1818 atau 1819 oleh D. Monnereau, seorang aparat Hindia Belanda. Pada tahun 1820 Monnereau memberikan arca ini kepada C.G.C. Reinwardt, yang kemudian memboyongnya ke Belanda. Arca ini menjadi koleksi Rijksmuseum voor Volkenkunde di kota Leiden.

Pada Januari 1978 Rijksmuseum Voor Volkenkunde (Museum Nasional Etnologi) mengembalikan arca ini kepada Indonesia, dan ditempatkan di Museum Nasional Jakarta hingga kini.

Arca Prajna Paramita yang asli ditempatkan di lantai 2 Gedung Arca, Museum Nasional Jakarta. Sedang arca yang di lantai 4 museum adalah replika. Walau replika tidak boleh dipotret.

Sejarawan dan diplomat University of British Columbia, Kanada, Prof Paul Drake tertarik karena terpesona oleh wujud fisik (patung) Prajna Paramita yang sensual dengan puting payudaranya. "Saya berkali-kali bertemu Prajna Paramita dan saya bertekad mempelajarinya," katanya.

Arca yang dipahat sempurna dan sangat indah ini disebut sebagai penggambaran kecantikan wanita jawa kuno.

Sejarawan Suwardono dalam bukunya Tafsir Baru Ken Angrok mengatakan, kriteria menempatkan perempuan dalam tipe tertentu awalnya bersumber dari India.

Naskah mengenai kriteria perempuan itu tidak ditemukan, namun pada masa itu ketentuan untuk menempatkan sosok perempuan pada tipe tertentu secara umum telah dikenal.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement