Lagi Kencan Buta, Wanita Ini Terjebak dengan Seorang Pria Selama 4 Hari karena Lockdown

Agregasi BBC Indonesia, · Jum'at 14 Januari 2022 15:01 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 14 18 2532250 lagi-kencan-buta-wanita-ini-terjebak-dengan-seorang-pria-selama-4-hari-karena-lockdown-ZtRzcFOgAb.jpg Wanita ini terjebak bersama seorang pria saat kencan buta (Foto: Shenzhen TV)

CHINA - Karantina wilayah atau lockdown secara mendadak di China dilaporkan telah menyebabkan seorang perempuan terjebak di rumah pria yang ditemuinya saat kencan buta.

Seorang perempuan, yang hanya diidentifikasi dengan nama marga Wang, mengunggah pengalamannya tersebut pada platform media sosial China WeChat pekan lalu.

Dalam unggahan tersebut, Wang mengatakan bahwa dia baru saja kembali ke Kota Zhengzhou dari Guangzhou menjelang Tahun Baru Imlek.

"Saya sudah cukup berumur, jadi orang tua saya mengatur lebih dari 10 kencan buta untuk saya," katanya dalam postingan ini.

Wang menulis, bahwa pria pada kencan kelimanya itu pandai memasak, dan mengundang dirinya ke rumahnya agar bisa memasak dan makan bersama.

Baca juga: Kota Xi'an China Lockdown Ketat, Warga Mohon Makanan dan Bantuan

Namun, saat menyantap makanan, dia baru menyadari bahwa lingkungan tempat tinggal teman kencannya telah dikarantina secara cepat karena kasus Covid-19, sehingga ia tidak dapat meninggalkan rumah si pria selama beberapa hari.

Wang mengatakan kepada media pada Minggu (09/01) bahwa dia telah terjebak selama empat hari di rumah teman kencannya, dan situasinya "tidak ideal".

Baca juga:  140 Kasus Covid-19 Ditemukan, China Lockdown Kota Xian

Namun, Wang mengatakan, teman kencannya telah memasak makanan setiap hari untuknya saat mereka terjebak bersama.

Wang mengatakan teman kencannya mengundangnya berkeliling rumah dan juga memamerkan keterampilan memasaknya

Wang menambahkan jika pria itu tidak banyak bicara.

Tidak jelas apakah dia masih terjebak di rumah teman kencannya. Namun, kasus Covid-19 masih ada di Zhengzhou dalam beberapa hari terakhir.

Surat kabar Global Times melaporkan ada lebih dari 100 kasus Covid-19 di Zhengzhou selama seminggu terakhir. Bisnis non-esensial diperintahkan untuk tutup pada Selasa (11/01) di kota itu, dan pemerintah sempat menggelar tes Covid-19 skala besar untuk menguji 12,6 juta penduduk kota itu demi menemukan orang-orang pembawa Covid-19.

China memiliki kebijakan nol Covid-19, yang berarti bahwa penguncian cepat secara rutin diberlakukan di masyarakat ketika kasus virus terdeteksi.

Wang bukan satu-satunya orang dalam beberapa pekan terakhir yang mendapati dirinya tidak sadar di tengah lockdown yang diberlakukan dengan cepat.

Bulan lalu, seorang pria mengalami lockdown di tengah pemindahan rumah di kota utara Xi'an.

Pria itu mengatakan kepada media bahwa dia bahkan tidak diizinkan untuk mengumpulkan barang bawaan dari mobilnya, dan harus bertanya kepada tetangga apakah dia bisa meminjam selimut.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini