Share

Bandar Arisan Online Ditangkap Usai Tipu Warga Ratusan Juta

Angga Rosa AD, Koran SI · Selasa 18 Januari 2022 12:29 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 18 340 2533884 bandar-arisan-online-ditangkap-usai-tipu-warga-ratusan-juta-hAoEFCIJOk.jpg Foto: MNC Portal

SEMARANG - Ditreskrimsus Polda Jateng menangkap pelaku kasus penipuan dengan modus arisan online. Pelaku seorang perempuan berinisial IN telah menipu sejumlah korban dengan kerugian mencapai sekitar Rp300,7 juta.

(Baca juga: Tertipu Ratusan Juta, Puluhan Emak-Emak Geruduk Rumah Pelaku Arisan Online)

Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Iqbal Alqudusy menjelaskan, penipuan dengan modus arisan online bermula pada 28 Juni 2021 saksi BM menerima pesan singkat di aplikasi WhatsApp-nya dari nomor aktivasi 087747828*** yang diketahui milik IN.

Pesan singkat tersebut berisi ajakan untuk mengikuti lelang arisan online dan investasi dengan jaminan aman dan amanah dan jika terjadi sesuatu IN akan bertanggungjawab.

"Selanjutnya saksi transfer uang sebesar Rp5 juta untuk mengikuti lelang arisan dua slot ke rekening bank IN. Pencairan lelang arisan tersebut pada 8 Juli 2021 sebesar Rp6 juta," terang Iqbal saat konferensi pers kasus tersebut di Polda Jateng, Selasa (18/1/2022).

(Baca juga: Sejoli Tipu Arisan Online Investasi, Gunakan Selebgram untuk Gaet Peserta)

Iqbal melanjutkan, setelah itu saksi dimasukkan ke dalam grup WhatsApp bernama "Lelangan Arisan Mantap2" dimana admin grup tersebut adalah IN. Namun pada 17 Agustus 2021 lelangan arisan yang saksi ikuti sudah tidak ada lagi pencairan atau pembayaran dari sang bandar. Padahal saksi sudah memasukan uang sebesar Rp72,9 juta.

Akhirnya saksi sadar bahwa dirinya telah ditipu. Selain saksi BM ada sejumlah korban arisan online yang didalangi IN. Antara lain berinisial AA, AD, BS, SP dan NA. Para korban telah melapor ke Polda Jateng. Adapun total kerugian yang dialami sejumlah korban tersebut mencapai Rp300,7 juta.

Baca Juga: Saatnya Anak Muda Bangkit Bersama untuk Indonesia Bersama Astra

"Berdasarkan hasil penyidikan, masih ada sejumlah korban lainnya dengan potensi kerugian mencapai Rp1,046 miliar," kata Iqbal.

Menurut Iqbal, perbuatan tersangka IN melanggar Pasal 45A ayat (1) Juncto Pasal 28 ayat (1) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama 6 tahun. Selain itu, tersangkanjuga dijerat dengan Pasal 378 KUHP.

"Kami imbau kepada masyarakat untuk tidak mudah tergiur penawaran arisan online dengan hasil besar agar tidak menjadi korban penipuan," tutup Iqbal.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini