Share

Hoaks! Omicron Diklaim Sebagai Akhir Zaman

Antara, · Rabu 19 Januari 2022 16:46 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 19 18 2534653 hoaks-omicron-diklaim-sebagai-akhir-zaman-4Er2YnF3Xz.jpg Hoaks jika varian Omicron berarti akhir zaman (Foto: Facebook/Antara)

JAKARTA - Virus penyebab Covid-19, SARS-CoV-2 varian Omicron (B.1.1.529) yang pertama kali dilaporkan ke Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dari Afrika Selatan (Afsel) pada 24 November 2021 telah menyebar ke berbagai negara, termasuk Indonesia.

Penyebaran virus corona baru itu (pandemi) selalu diikuti dengan penyebaran informasi (infodemi), termasuk dengan kemunculan terbaru yaitu Omicron.

Di Facebook, terdapat unggahan yang menyebut nama "Omicron" berarti "akhir zaman" dalam bahasa Yunani. Omicron diklaim berasal dari gabungan kata "Omega" yang berarti "akhir" dan "chronos" yang berarti "waktu."

Baca juga: Vietnam Temukan Kasus Lokal Pertama Varian Omicron

Berikut narasi yang terdapat dalam unggahan tersebut:

 "Apa arti Omicron?

OMI OMNI OMEGA ADALAH BAHASA YUNANI UNTUK (akhir). CRON CHRON CHRONOS ADALAH BAHASA YUNANI UNTUK (Waktu). JADI OMICRON ADALAH VIRUS 'AKHIR ZAMAN' SEGERALAH BERTOBAT"

Namun, benarkah Omicorn memiliki arti akhir zaman dan terkait dengan varian baru virus SARS-CoV-2?

Baca juga: Langka di Pasaran, 42.000 Tes Antigen Cepat Dibawa Kabur Pencuri 

Dikutip Reuters, menurut dosen Studi Yunani dan Klasik di Universitas St. Andrews Inggris Olaf Almqvist, Omicron adalah bahasa Yunani untuk 'o kecil' (o mikron) sebagai lawan dari omega yang berarti 'besar’.

Rujukan yang menyebut omicron berarti 'akhir zaman' adalah salah dan didasarkan pada kesalahan membaca omicron sebagai senyawa singkat. Yakni om adalah singkatan dari omega (huruf terakhir dari alfabet Yunani) dan kron untuk chronos (bahasa Yunani untuk waktu).

Pada Mei 2021, WHO mengumumkan varian virus yang menjadi perhatian (Variants of Concern/VoC atau Variants of Interest/VoI) akan diberi nama menggunakan huruf alfabet Yunani.

Omicron adalah varian kelima yang diberi nama oleh WHO, setelah Alpha, Beta, Gamma, dan Delta dan menjadi varian yang diperhatikan secara khusus. Penggunaan alfabet Yunani juga bertujuan tidak ada negara yang terdiskreditkan karena semula penamaan varian virus corona baru diambil dari nama negara tempat varian itu ditemukan.

Namun, beberapa varian lain yang juga mendapatkan label dari huruf Yunani tidak mencapai tingkat klasifikasi sebagai varian yang diperhatikan.

Selain itu, WHO juga melewatkan dua huruf tepat sebelum Omicron, yaitu "Nu" dan "Xi", yang mengarah ke spekulasi tentang apakah "Xi" dihindari untuk menghormati Presiden China, Xi Jinping.

Menurut juru bicara WHO, Tarik Jasarevic, ‘Nu’ terlalu mudah dikacaukan dengan ‘baru’ dan 'Xi' tidak digunakan karena itu adalah nama belakang yang umum di negara tertentu.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini