Share

Antisipasi Lonjakan Omicron, RS di Bandung Siapkan Ratusan Tempat Tidur

Arif Budianto, Koran SI · Jum'at 21 Januari 2022 16:00 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 21 340 2535792 antisipasi-lonjakan-omicron-rs-di-bandung-siapkan-ratusan-tempat-tidur-375Wx834p3.jpg Ilustrasi (Foto : Okezone.com)

BANDUNG - Sejumlah rumah sakit di Kota Bandung menyiagakan sarana dan prasarana pendukung mengantisipasi jika terjadi lonjakan kasus Covid-19 varian Omicron.

Direktur Perencanaan, Organisasi dan Umum Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung Muhammad Kamaruzzaman mengatakan, saat ini ada sekitar 130 tempat tidur yang disiagakan sebagai ruang isolasi pasien Covid. Jumlah tersebut sedikit rendah ketimbang saat pandemi gelombang kedua beberapa bulan lalu.

"Untuk IGD kami juga siapkan ruang isolasi yang disiapkan dengan tabung oksigen berjumlah 40 buah, oksigen konsentrator sebanyak 22, transport lebih dari 7 buah dan hepa filter 6 buah khusus di ruang Isolasi," katanya, Jumat (21/1/2022).

Jumlah itu bisa bertambah jika sewaktu waktu terjadi ledakan kasus. Misalnya jika jumlah pasien 51-100 orang, pihaknya akan menambah di ruang lain di Gedung Kemuning. Kemudian strategi penunjang, instalasi laboratorium klinik 25 petugas swab. Nantinya mereka akan melaksanakan PCR secara rutin dengan target 100 tes per hari

Baca Juga :21 Kasus Covid-19 Ditemukan di Kebayoran Baru

Sementara itu, CEO Edelweiss Healthcare Group Syauqi Robbani mengatakan, antisipasi Omicron pihaknya telah melakukan beberapa persiapan. Diantaranya menyiapkan tenaga kesehatan, ruangan, dan lainnya.

"Berkaca dari gelombang delta, kami sangat siap. Apalagi penyebaran Omicron lebih cepat. Kami belajar kemarin, kami lebih siapkan suplai oksigen dan prepare lainnya," kata dia.

Kendati begitu, kata dia, yang perlu diantisipasi adalah dari sisi edukasi masyarakat supaya penyebarannya tidak cepat. Yaitu hanya dilakukan secara kuratif atau preventif agar tidak banyak masyarakat kena.

Sementara itu, sebagai bentuk dukungan kesehatan, Edelweiss Hospital akan membangun rumah sakit tipe C di Kabupaten Cianjur. Rumah Sakit pertama kerja sama dengan NU tersebut diharapkan mulai beroperasi tahun 2023.

“Sinergi keumatan dalam membangun Edelweiss Hospital Cianjur bersama dengan NU, Ponpes Al- Ittihad dan Rumah Zakat juga Bank Muamalat ini, penting untuk tidak hanya meningkatkan kualitas kesehatan warga Cianjur, tetapi juga cara kita untuk merapatkan barisan umat,” tutur Syauqi Robbani.

Menurut dia, kebutuhan fasilitas kesehatan di Cianjur masih cukup tinggi. Data RSUD Sayang Cianjur, tahun 2018 peserta BPJS yang berobat di RSUD Sayang Cianjur mencapai 99.869 (84,3%). Total coverage kepesertaan BPJS Kesehatan di Kabupaten Cianjur sudah mencapai 88%.

Adapun jumlah penduduk wilayah cakupan 2020 berjumlah 2.477.560 jiwa dan diproyeksikan jumlah penduduk di Kabupaten Cianjur meningkat sebanyak 1,29% pada tahun 2023, yaitu sebanyak 2.509.521.

"Semakin meningkatnya pertumbuhan penduduk di Kabupaten Cianjur, maka kebutuhan fasilitas kesehatan pun semakin tinggi. Jumlah tempat tidur yang dibutuhkan warga Kabupaten Cianjur yaitu sebanyak 2.509, sedangkan jumlah tempat tidur yang tersedia saat ini hanya 1.159. Maka dari itu, wilayah Kabupaten Cianjur masih kekurangan tempat tidur sebanyak 1.350," jelas dia.

Pada tahap pertama, RS akan membangun fasilitas 150 tempat tidur. Berbagai fasilitas kesehatan juga akan disediakan untuk mengcover kebutuhan warga Cianjur. Investasi pembangunan RS ini mencapai Rp180 miliar.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini