Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

BPIP : Salam Pancasila Bentuk Jalan Tengah Kebangsaan, Bukan Pengganti Salam Keagamaan

Antara , Jurnalis-Minggu, 23 Januari 2022 |13:04 WIB
BPIP : Salam Pancasila Bentuk Jalan Tengah Kebangsaan, Bukan Pengganti Salam Keagamaan
Kepala BPIP Yudian Wahyudi (Sindonews)
A
A
A

Ketiga, ada beberapa alasan yang menjadikan Kepala BPIP mengusulkan perlunya salam kebangsaan 'Salam Pancasila' sebagai salam di ranah publik, di antaranya perbedaan pendapat di kalangan ulama mengenai hukum mengucapkan salam lintas agama dengan memakai redaksi enam agama.

"Kepala BPIP ingin agar di ranah publik ada salam yang bisa menjadi titik temu semua agama, serta bisa diterima masyarakat Indonesia. Usulan ini menjadi paripurna jika dilegitimasi dan dilegalisasi melalui ijmak Indonesia seperti yang dipahami Prof Yudian Wahyudi," katanya.

Sedangkan Dosen Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam UIN Yogyakarta Munawar Ahmad mengatakan, bahwa sapaan 'Salam Pancasila' sebagai "greeting" dari agama yang plural, budaya yang plural, dan komunitas plural yang ada di Indonesia untuk mencapai ketahanan komunikatif berdasar teori Hebermas.

"Salam Pancasila sebagai Salam Kebangsaan ini perlu terus disosialisasikan karena menyerukan persatuan yang diperintahkan oleh Allah SWT," kata Direktur Pusat Studi Pemikiran Pancasila yang juga Staf Ahli MPR RI Syaiful Arif.

(Erha Aprili Ramadhoni)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement