Share

5 Fakta Charlie Chaplin yang Dijuluki Pelawak Terhebat di Dunia

Susi Susanti, Okezone · Kamis 27 Januari 2022 13:36 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 27 18 2538666 5-fakta-charlie-chaplin-yang-dijuluki-pelawak-terhebat-di-dunia-FAXmGOmYBj.jpg Penampilan Caharlie Chaplin (Foto: 1931 United Artists Corporation/ Koleksi pribadi)

JAKARTA – Nama besar Charlie Chaplin sudah tidak asing lagi dunia komedi. Pria dengan nama asli Charles Spencer Chaplin dikenal sebagai seorang pelawak, sutradara, dan komposer film dari Inggris yang terkenal pada era film bisu.

Dia menjadi ikon dunia melalui perannya sebagai ‘Tramp’. Dia dianggap sebagai salah satu tokoh penting dalam sejarah industri film. Ia telah berkarier selama lebih dari 75 tahun sejak masa kanak-kanaknya pada era Victoria hingga setahun sebelum kematiannya pada 1977. Berikut lima fakta Chaplin yang diolah dari berbagai sumber.

Baca juga: Gaya Ikonik Charlie Chaplin dan Penjelasan di Baliknya

1. Debut panggung sebagai seorang tot

Kedua orang tua Chaplin adalah penghibur aula musik di London. Dalam otobiografinya, dia menggambarkan pada usia 5 tahun, penampilan ibunya sebagai seorang penyanyi gagal di depan kerumunan tentara yang gaduh.

Manajer panggung—atau mungkin ayahnya atau salah satu kekasih ibunya—kemudian mengantarnya ke atas panggung sebagai pengganti. Chaplin pertama kali menyanyikan lagu populer berjudul "Jack Jones”. Tak dinyana, penonton suka dengan penampilannya dan banyak menghujaninya dengan uang koin.

Baca juga: . Peristiwa 16 April: Meninggalnya Charlie Chaplin hingga Penembakan Brutal di Kampus Virginia Tech 

Penonton semakin menyukainya ketika dia konon mengatakan akan mengambil uang koin itu sebelum dia melanjutkan penampilannya. Penonton kembali tergelak ketika dia mulai meniru ibunya yang menderita radang tenggorokan.

Beberapa tahun kemudian, Chaplin melakukan debut profesionalnya sebagai anggota kelompok clog-dance remaja. Dia mengikutinya dengan beberapa peran teater, melakukan tur dengan aksi vaudeville dan melakukan satu malam komedi stand-up yang berakhir dengan malapetaka. Dia dicemooh dari panggung.

2. Dibesarkan di panti asuhan

Ketika kesehatan ibu Chaplin memburuk, begitu pula keuangan keluarga. Keadaan menjadi sangat buruk sehingga pada 1896 Chaplin dan kakak tirinya dikirim ke sekolah asrama umum untuk "anak yatim dan anak-anak miskin".

Chaplin menghabiskan sekitar 18 bulan di sana, periode sekolah berkelanjutan terlama yang pernah dia terima. Dia belajar membaca dan menulis, tapi di sini dia juga menderita. Seperti hukuman cambuk yang parah dan rambutnya dicukur saat terkena kurap atau panu.

Tak lama kemudian, ibunya dimasukkan ke rumah sakit jiwa. Sementara itu, sang ayah memainkan peran yang sangat kecil dalam pengasuhannya dan akhirnya meninggal karena ketergantungan minuman keras pada usia 37 tahun.

3. Benci film pertamanya

Selama tur vaudeville kedua Chaplin di Amerika Serikat (AS) pada 1913, Keystone Studios mempekerjakannya dengan bayaran USD150 (Rp2 juta) per minggu. Dia membuat penampilan film pertamanya awal tahun berikutnya, memainkan penipu yang menganggur di “Making a Living.” Mengenakan kumis stang, topi atas, dan kacamata berlensa, dia membuat beberapa lelucon lucu. Terutama saat bercerita tentang seorang jurnalis yang pada satu titik mewawancarai seorang pria yang terperangkap di bawah mobil alih-alih membantunya. Namun, secara keseluruhan, Chaplin mengaku kecewa dengan penampilannya.

“Saya kaku,” ujarnya. "Saya mengambil semua kejutan dari adegan dengan mengantisipasi gerakan berikutnya,” lanjutnya. Dia juga menuduh sutradara memotong materi terbaiknya karena cemburu.

4. Mainkan karakter yang sama di semua peran kecuali di beberapa film

Sebelum film keduanya, suatu hari Chaplin berdandan dengan celana baggy, mantel ketat, sepatu besar, topi bowler kecil, dan tongkat bambu. Dia menambahkan kumis palsu kecil dan kerap berjalan mondar-mandir saat rekan aktornya bermain pinochle. Setelah menyaksikan adegan itu, pimpinan Keystone disebut-sebut tertawa terpingkal-pingkal.

Karakter ini pun disebut Little Tramp dan langsung terkenal. Gerakan ini diikuti banyak orang dan skema pemasaran sehingga pers menyebutnya "Chaplinitis”.

Dari sini, nama Chaplin terus mencuat dan menjadi bintang di layar kaca selama dua setengah dekade berikutnya. Pada 1914, dia muncul dalam lusinan film pendek sebagai Little Tramp, yang sebagian besar ia sutradarai sendiri.

5. Jadi jutawan

Setelah diiming-imingi bayaran sebesar USD1.250 (Rp18 juta) seminggu, ditambah bonus USD10.000 (Rp144 juta), Chaplin memutuskan pindah ke Essanay Studios pada Desember 1914.

Dia disebut-sebut sebagai "pelawak terhebat di dunia." Dia kemudian menandatangani kontrak dengan Mutual Film Corporation dengan bayaran USD670.000 (Rp9,6 miliar) setahun.

Setelah itu, uang terus mengalir deras. Dia membuat delapan komedi untuk First National dengan bayaran lebih dari USD1 juta (Rp14 miliar). Akhirnya, pada 1919, dia mendirikan studionya sendiri dengan sesama ikon Hollywood Douglas Fairbanks, Mary Pickford dan D.W. Griffith.

“Saya terjun ke bisnis ini demi uang, dan seni tumbuh darinya,” ujarnya.

“Jika orang kecewa dengan pernyataan itu, saya tidak bisa menahannya. Itu kebenaran,” lanjutnya.

1
4

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini