Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Hoegeng "Keberatan" Gunakan Nama Iman Sentoso

Fay Cilla , Jurnalis-Sabtu, 29 Januari 2022 |06:04 WIB
Hoegeng
Jenderal Hoegeng (Foto : Istimewa)
A
A
A

HOEGENG adalah Kapolri ke-5 pada masa pemerintahan Presiden Soeharto di Orde Baru. Selain menjabat sebagai Kapolri dalam perjalanan karirnya ia sempat menjadi Mentri Iuran Negara dan Kepala Jawatan Imigrasi.

Namun ada yang unik pada awal masa perjalanan karirnya, dimana saat ia mendaftar sebagai Polri ia hanya memakai nama “Hoegeng” saja pada tanda pengenalnya.

Tak hanya itu namanya yang unik juga dapat mencuri perhatian Presiden Soekarno saat itu di mana ia beranggapan bahwa nama Hoegeng bukanlah nama orang jawa pada umumnya saat itu.

Nama lengkap Hoegeng sendiri adalah Hoegeng Iman Santoso namun berkali-kali ia tidak ingin memakai nama Iman Santoso pada atribut tanda pengenalnya, baik saat ia menjadi Kapolri ataupun saat ia menjabat sebagai pejabat penting negeri ini.

Dharto yang saat itu bertugas sebagai sekertaris Hoegeng pun menanyakan kenapa Hoegeng tidak memakai nama Iman Santoso. Hoegeng yang mendengar pertanyaan Dharto menjawab dengan santai, dikutip dalam Buku Hoegeng Polisi Dan Mentri,

“Nama pemberian orang tua Hoegeng memang Hoegeng Iman Santoso. Namun, bagi Hoegeng nama Hoegeng saja sudah cukup. Nama Hoegeng Iman Santoso cukup berat disandang. Memangnya, Hoegeng sudah memiliki iman yang sentoso (teguh)? Wah berat Mas Dharto kalau (memakai) nama Iman Santoso itu. Jadi, Hoegeng cukup pakai nama Hoegeng saja.” Ucap Hoegeng menjelaskan.

Tak hanya Dharto yang menanyakan atas nama tersebut tetapi anak Hoegeng, Didit juga pernah menanyakan hal yang sama dan Didit juga mendapatkan jawaban yang sama persis seperti Dharto saat itu. Dikutip dalam Buku Hoegeng Polisi Dan Menteri.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement