Share

Dubes Jerman Tertarik Dengan Kerukunan Umat Beragama di Sulut

Subhan Sabu, Okezone · Jum'at 28 Januari 2022 10:10 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 28 340 2539141 dubes-jerman-tertarik-dengan-kerukunan-umat-beragama-di-sulut-y2N3mxewe9.jpg Dubes Jerman tertarik dengan kerukunan beragama di Sulawesi Utara (Foto : MPI)

MANADO - Berdialog dengan Pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sulawesi Utara (Sulut), Duta besar (dubes) Jerman untuk Indonesia, Ina Lepel mengaku tertarik dengan kerukunan antara umat beragama yang ada di daerah nyiur melambai ini.

Ketua FKUB Sulut, Pendeta Lucky Rumopa mengatakan, dalam kunjungan kerjanya, Dubes Jerman ini sangat mengapresiasi soal kerukunan yang tercipta, terbina dan terpelihara di Sulut.

“Kerukunan ini dinilai oleh Kedutaan Jerman merupakan potensi secara nasional dan memberi warning kepada dunia tentang arti kerukunan, apalagi dia kaget ada slogan 'Torang Samua Ciptaan Tuhan' (Kita Semua Ciptaan Tuhan) dan 'Torang Samua Basudara' (Kita Semua Bersaudara) yang diterima oleh kalangan lapisan masyarakat agama yang ada,” ujar Pdt Lucky, jumat (28/1/2022).

Kedatangan Dubes, kata Pdt Lucky, merupakan jadwal kunjungan resmi untuk bertemu dengan Pengurus FKUB Sulut. Dijadikan agenda kedutaan karena ada isu-isu global yang juga ditangkap oleh dubes.

Lebih lanjut dia mengatakan bahwa Indonesia dikenal sangat demokrasi dengan tingkat kerukunan nampak di mata Eropa sangat baik. Parameter itu adalah hajatan-hajatan kerukunan termasuk Pekan Kerukunan Internasional dan Kongres Nasional Forum Kerukunan Umat Beragama ke-6 dan beberapa iven-iven, termasuk juga akan ada pertemuan para perempuan nasional antar agama.

“Nantinya kita memerlukan peranan wanita untuk menjadi motor dalam keluarga untuk membicarakan kerukunan. Karena pendidikan utama yang ada di pendidikan informal adalah keluarga, oleh sebab itu kita butuh dialog-dialog kerukunan antar umat beragama," tuturnya.

Menariknya, dalam dialog tersebut Dubes Jerman untuk Indonesia ini membuka hubungan kerjasama dengan FKUB di bidang pendidikan.

“Jadi akan ada pertukaran-pertukaran masyarakat untuk studi di Jerman, jadi anak-anak kita bisa disekolahkan di Jerman. Tentunya pembicaraan kerjasama ini akan saya teruskan kepada Bapak Gubernur Sulut Olly Dondokambey, karena hasil pertemuan ini sangat luar biasa,” pungkasnya.

Hadir dalam dialog tersebut pimpinan dari MUI, NU, Muhammadiyah, Keuskupan, KGPM, Pimpinan Buddha, Pimpinan Konghucu dan Hindu serta Asisten I Pemprov Sulut Denny Mangala dan Kadis PTSP Sulut Franky Manumpil.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini