CANBERRA - Bertepatan dengan perayaan festival imlek di Canberra, Australia yang berlangsung tanggal 27 Januari-12 Februari 2022, Fungsi Penerangan, Sosial dan Budaya (Pensosbud) bersama Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Canberra menggelar Roadshow Budaya.
Kegiatan yang berlangsung di Woolley St Area wilayah Dickson, Canberra ini menampilkan tari topeng tua atau yang populer dengan sebutan tari pak tua.
Seperti diketahui, tari topeng merupakan bagian dari tari tradisional Bali yang melegenda. Selama ini tari topeng di Bali memiliki dua fungsi, yaitu sebagai pertunjukan hiburan dan sebagai pelengkap dari upacara keagamaan. Tari topeng tua dapat digunakan untuk kedua fungsi tersebut. Di Bali sendiri tari pak tua sebagai pelengkap upacara keagamaan disebut tari werda lumaku.
Menurut siaran pers, saat pertunjukan, sang penari berjalan mendekati penonton dan menari dengan gerakan yang lambat. Sesekali, sang penari menarik napas putus-putus seperti terengah-engah dan membuat gerakan membersihkan keringat dari topengnya dengan gaya yang lucu. Lalu sang penari duduk sambil menatap kosong kelangit seakan-akan menggambarkan seorang lelaki tua yang sedang terkenang akan masa lalunya ketika masih muda.
Baca juga: Rayakan Hari Angklung, Atdikbud Ajak Guru di Canberra Mengenal Budaya Sunda
Acara festival ini dihadiri oleh masyarakat Canberra dan para pengunjung Café serta pusat perbelanjaan di wilayah Dickson. Mereka terlihat senang dan sangat menikmati tari pak tua yang lucu. Orang tua dan anak-anak bergembira dengan aktor pak tua yang diperankan oleh I Gede Ekariadia yang merupakan staf lokal bidang pendidikan dan kebudayaan di KBRI Canberra. Anak-anak, remaja dan orang tua pun tidak lupa berfoto bersama pak tua yang terihat khas dan ikonik.