Share

Polres Indramayu Tangkap 20 Anggota GMBI, 5 Orang Positif Narkoba

MNC Portal, · Sabtu 29 Januari 2022 01:18 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 29 340 2539600 polres-indramayu-tangkap-20-anggota-gmbi-5-orang-positif-narkoba-sxXHFaS5hc.jpeg Markas GMBI di Indramayu. (Foto: Andrian Supendi)

INDRAMAYU - Buntut kericuhan yang dilakukan oleh massa LSM Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) di Mapolda Jawa Barat, jajaran Polres Indramayu telah menangkap 20 orang anggota GMBI.

"Polres Indramayu berhasil mengamankan 7 orang anggota Ormas GMBI yang melakukan pemberangkatan dari wilayah Indramayu menuju ke Bandung untuk melakukan unjuk rasa, sedangkan 13 orang lainnya merupakan penyerahan dari Mapolda Jabar. Jadi total yang kita amankan ada 20 orang," ujar Kapolres Indramayu, AKBP M Lukman Syarif, saat dikonfirmasi di Mapolres setempat, Jumat (28/1/2022).

Dari 20 orang yang diamankan, 5 di antaranya diketahui positif narkoba. Hal tersebut terungkap dari cek urine yang dilakukan polisi usai menggelar sweeping terhadap para anggota GMBI setelah pulang dari Mapolda Jabar.

Lima orang yang diketahui positif narkoba berinisial ART, RUS, BAM, JAY, dan DDS. Semuanya warga Kabupaten Indramayu.

"Lima orang yang diketahui positif narkoba itu kemudian akan kita lakukan pemeriksaan dan proses hukum lebih lanjut," jelas Lukman.

Sedangkan 15 orang lainnya yang dinyatakan negatif narkoba selanjutnya akan diberi peringatan tegas dan membuat surat penyataan bahwa tidak akan mengulangi perbuatannya.

Baca juga:  Demo Anarkis di Polda Jabar, Ketua Umum GMBI Ditetapkan Tersangka

Selain mengamankan 20 orang anggota GMBI, polisi juga berhasil menyita barang bukti kendaraan sepeda motor sebanyak 15 unit dan 2 unit mobil milik anggota GMBI.

Kapolres menegaskan, kewibawahan Polri dan Negara jangan dirusak oleh aksi-aksi premanisme.

Telah diketahui, sebelumnya massa GMBI melakukan aksi unjuk rasa di depan Mapolda Jabar menuntut polisi untuk menuntaskan kasus bentrokan antar anggota ormas yang berujung hilangnya nyawa dari salah satu anggota ormas di kabupaten Karawang pada Bulan November 2021 lalu.

Namun sangat disayangkan, Aksi yang awalnya berlangsung damai itu berakhir dengan kericuhan dan pengrusakan beberapa fasilitas Mapolda Jabar seperti pagar pintu serta beberapa lampu taman.

Ironisnya, salah satu pendemo berani-beraninya menunggangi patung macan lodaya yang menjadi simbol dari Polda Jawa Barat tersebut.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini