Share

Terima Kritik, PM Australia Akui Terlalu Optimis Sebelum Hadapi Serbuan Varian Omicron

Rahman Asmardika, Okezone · Selasa 01 Februari 2022 14:23 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 01 18 2540954 terima-kritik-pm-australia-akui-terlalu-optimis-sebelum-hadapi-serbuan-varian-omicron-x6UMsCtjsV.jpg Perdana Menteri Australia Scott Morrison. (Foto: Reuters)

SYDNEY - Perdana Menteri Australia pada Selasa (1/2/2022) mengakui bahwa pemerintahnya terlalu optimis terhadap dampak vaksinasi Covid-19, yang menyebabkan kesulitan di saat varian Omicron melanda. Hal itu disampaikan Scott Morrison di saat kepemimpinannya dalam menghadapi serbuan kasus Covid-19 mengadapi kritik.

Tingkat persetujuan terhadap Morrison terjun ke tingkat terendah dalam dua tahun di saat pemilihan umum hanya berjarak empat bulan. Turunnya kepercayaan publik terkait dengan kekurangan yang luas akan tes cepat antigen di saat varian Omicron menyerang, menyebabkan lonjakan kasus Covid-19 di Australia hingga melewati 1 juta selama musim panas.

Dalam pidatonya di National Press Club di Canberra, Morrison mengatakan dia akan menerima kritik yang datang bersama dengan tugasnya sebagai pemimpin. Dia mengatakan fokusnya adalah menyeimbangkan tujuan kesehatan dengan ekonomi, dan Omicron telah mengubah berbagai hal, mengganggu rantai pasokan dan menyebabkan kekurangan tes.

Pada awal Januari, Morrison mengatakan pemerintahnya mengadopsi pendekatan “melalui” pandemi alih-alih kembali melakukan penguncian (lockdown).

"Saat kami memasuki musim panas, kami mungkin terlalu optimis," katanya sebagaimana dilansir Reuters. Dia menambahkan bahwa optimisme ini telah meningkatkan kekecewaan yang dirasakan orang-orang ketika vaksinasi tidak menghentikan penyebaran Omicron.

Menanggapi kritik bahwa pemerintahnya tidak mengantisipasi perlunya lebih banyak tes, Morrison mengatakan telah menjadi tanggung jawab negara bagian, dalam sistem federal Australia, untuk memasok tes Covid melalui sebagian besar pandemi.

Dia mengakui frustrasi publik dan, dalam pemilihan umum, mengatakan negara itu membutuhkan seorang pemimpin dengan pengalaman untuk bertahan.

Tingkat kematian pandemi Australia termasuk yang terendah di dunia dan memiliki tingkat vaksinasi yang tinggi meskipun peluncurannya tertunda, katanya.

Pihak berwenang Australia melaporkan 77 kematian pada Selasa, turun dari rekor 98 yang terjadi pada Jumat (28/1/2022) lalu, dan lebih dari 35.000 kasus baru.

Rawat inap tetap stabil di sekitar 5.000 selama beberapa hari terakhir setelah memuncak hanya di bawah 5.400 seminggu yang lalu. Selama pandemi, lebih dari 3.800 orang telah meninggal karena Covid-19 di Australia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini