Share

Perang Suriah, 2 Bayi Meninggal Kedinginan di Kamp-Kamp Pengungsian yang Dilanda Badai Salju

Susi Susanti, Okezone · Rabu 02 Februari 2022 09:30 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 02 18 2541214 perang-suriah-2-bayi-meninggal-kedinginan-di-kamp-kamp-pengungsian-yang-dilanda-badai-salju-teLe3pq6C6.jpg 2 bayi meninggal kedinginan di kamp pengungsian akibat perang Suriah (Foto: Anadolu Agency)

SURIAH - Dua bayi meninggal karena kedinginan setelah salju tebal dan suhu beku melanda kamp-kamp pengungsi di barat laut Suriah.

Seorang pejabat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa bayi perempuan berusia tujuh hari dan dua bulan telah meninggal di provinsi Idlib.

Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (HAM) mengatakan bayi-bayi yang kematiannya dilaporkan pada Selasa (1/2) telah tinggal di kamp-kamp di daerah al-Ziyara dan al-Sheikh Bahr, utara kota Idlib.

Kelompok pemantau yang berbasis di Inggris itu menambahkan bahwa seorang bayi laki-laki berusia satu bulan juga meninggal karena kedinginan di sebuah kamp di Jarablus, di provinsi tetangga Aleppo, pada 23 Januari.

Baca juga: Jutaan Warga Yaman Hidup Sengsara di Kamp-Kamp Jorok

Sementara itu, seorang anak lain meninggal di daerah Qastal Miqdad pada 18 Januari setelah salju menyebabkan atap tenda mereka runtuh.

Menurut PBB, 287 kamp untuk orang-orang terlantar di Idlib dan Aleppo telah terkena dampak hujan salju, banjir dan angin kencang akibat badai yang melanda wilayah itu pada 18, 19 dan 25 Januari lalu. Salju telah menghancurkan sedikitnya 935 tenda dan merusak lebih dari 9.500 tenda lainnya.

Baca juga: Pasukan Suriah yang Didukung AS Peringatkan Kebangkitan ISIS

PBB juga mengatakan telah terjadi 68 kebakaran di kamp-kamp sejak awal tahun, yang telah menewaskan dua orang dan melukai 24 lainnya. Sebagian besar kobaran api dipicu oleh kompor pemanas.

Direktur respons Save the Children Suriah, Sonia Khush, mengatakan tidak dapat dipahami bahwa setiap anak harus menghadapi musim dingin yang takut akan nyawa mereka.

“Hampir 11 tahun setelah krisis di Suriah dimulai, rasanya dunia telah melupakan anak-anak di barat laut Suriah,” ujarnya.

"Kematian tragis yang dapat dihindari ini adalah contoh mengerikan tentang bagaimana anak-anak sangat membutuhkan lebih banyak dukungan kemanusiaan. Mereka juga membutuhkan solusi damai yang langgeng untuk konflik Suriah,” lanjutnya.

Diketahui, sekitar 2,8 juta orang telah mencari perlindungan di kubu oposisi setelah meninggalkan rumah mereka selama perang saudara selama satu dekade di negara itu.

Banyak yang tinggal di tenda usang tanpa pakaian hangat dan bahan bakar untuk pemanas.

PBB telah memperingatkan bahwa situasinya semakin buruk karena kemerosotan ekonomi yang parah di Suriah yang telah menyebabkan harga pangan berlipat ganda dalam setahun, serta kekurangan dana untuk memberikan bantuan musim dingin dan peningkatan kebutuhan.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini