KOTA MALANG – Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Dudung Abdurachman mengingatkan ancaman militer dan non militer yang akan dihadapi Indonesia ke depan. Meski, kecil kemungkinan Indonesia mendapatkan ancaman militer dalam 20 – 30 tahun ke depan.
Mengingat Indonesia tidak memiliki musuh yang nyata di negara – negara lain. Namun, perlu ada kewaspadaan lainnya dari efek peperangan antar negara lainnya, yang berimbas ke Indonesia.
“Tidak ada negara-negara yang jadi musuh bangsa kita. Namun, tetap kita waspadai dari dampak operasi militer, yang dilakukan oleh negara-negara di luar kita,” ucap Dudung saat memberikan orasi ilmiah di Gedung Widyaloka Universitas Brawijaya (UB), pada Rabu (2/2/2022).
Baca Juga: 3 Prajurit TNI Gugur Ditembak di Papua, Jenderal Dudung Berharap Staf Operasi Kejar KKB
Jenderal berusia 56 tahun ini juga mengingatkan ancaman lebih nyata datang dari non-militer. Ancaman ini meliputi berbagai bidang mulai ideologi, politik, sosial, budaya, ekonomi, teknologi, dan bidang apa pun yang justri bisa di luar prediksi.
“Kemudian, ada ancaman-ancaman hibrida seperti ancaman yang berdimensi militer dan non militer ini dilaksanakan secara strategis, bisa perang ideologis, perang psikologis, yang tampak kasat mata bisa kelihatan, tapi tidak kelihatan oleh kita,” paparnya.
Maka, pihaknya menegaskan TNI AD yang menjadi bagian dari alat pertahanan negara, akan menindak tegas dan tidak membiarkan ancaman – ancaman apapun yang muncul ke persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Mari kita semua bahu-membahu membangun pertahanan negara bukan milik TNI atau TNI angkatan darat saja, tetapi juga seluruh rakyat,” tuturnya.
Baca Juga: Jenderal Dudung ke Prajurit Kopassus: Jangan Timbulkan Ketakutan dan Kebencian Masyarakat
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk mahasiswa untuk melindungi semangat persatuan dan kesatuan NKRI, yang berlandaskan ideologi pancasila dan UUD 1945. Hal ini demi menjaga keutuhan bangsa dan negara ke depannya.
“Oleh karenanya, TNI angkatan darat harus hadir kalau sudah ada benih-benih yang tiba-tiba merusak persatuan dan kesatuan,” pungkasnya.
(Arief Setyadi )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.