RA Lasminingrat memiliki upaya memajukan pendidikan dengan menggabungkan pendidikan gaya barat dan adat Sunda agar mudah dipelajari oleh rakyat Jawa Barat, terutama Garut. Ia pintar dalam berbicara bahasa Belanda sehingga sangat diapresiasi oleh seorang pengelola perkebunan dari Belanda yang bernama K F Holle.
Pada sekitar tahun 1907 Lasminingrat mendirikan Sakola Kautamaan Istri di Garut. Awal mulanya pembangunan sekolah tersebut sangat eksklusif hanya untuk kalangan darah biru dan pribumi.
Sebagian kurikulumnya pun didapatkan dari hasil pendidikannya di negeri Belanda berupa pelajaran membaca, menulis, serta pelajaran pemberdayaan kaum perempuan. Karya tulis Lasminingrat yang populer adalah Warna Sari, sebuah cerita pendek tentang ambisi serta tekad perempuan dalam mengikhtiarkan haknya termasuk tentang masalah percintaan dan perjodohan. Tulisan itu bertujuan untuk memunculkan wacana buat para pembaca remaja atau yang sudah dewasa.
• Nyi Raden Rachmatullah Poeradiredja
Pahlawan perempuan yang lahir di Bandung 9 Maret 1880 ini lebih populer dengan nama Emma Poeradiredja. Emma merupakan anggota dari Jong Java, yang didirikan Satiman Wirjosandjojo.
Sekitar tahun 1927, Emma dengan kawan-kawannya, yaitu Artini, Sumardjo, Ayati, Emma Sumanegara, membuat Dameskring. Dameskring adalah lembaga khusus pemuda serta pemudi Indonesia yang fokus pada penggalangan nilai dari angan-angan bangsa Indonesia melalui beberapa acara, seperti membuat organisasi perempuan.