Share

Varian HIV Super Ditemukan di Eropa, Sangat Menular dan Berbahaya

Rahman Asmardika, Okezone · Senin 07 Februari 2022 20:14 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 07 18 2543714 varian-hiv-super-ditemukan-di-eropa-sangat-menular-dan-berbahaya-GKyB4dWea4.jpg Ilustrasi. (Foto: Reuters)

AMSTERDAM - Varian human immunodeficiency virus (HIV) baru yang sangat menular dan berbahaya telah ditemukan di Belanda, mengonfirmasi ekspektasi terburuk para ilmuwan.

Sebuah studi kolaboratif internasional, yang dipimpin oleh para peneliti dari Institut Big Data Universitas Oxford, mengidentifikasi 109 kasus varian 'subtipe B' (VB) yang ganas setelah menganalisis lebih dari 6.700 sampel positif. Penelitian tersebut mengungkapkan perbedaan genom yang signifikan antara strain VB dan varian HIV lainnya.

BACA JUGA: Penelitian HIV Libatkan Monyet Jantan Disuntik Horman Betina Tuai Kecaman, Habiskan Dana Rp3 Miliar 

“Individu dengan varian VB memiliki viral load (tingkat virus dalam darah) antara 3,5 dan 5,5 kali lebih tinggi,” kata para ilmuwan sebagaimana dilansir RT. Hasil penelitian mereka telah dipublikasikan di jurnal Science.

Para ilmuwan mengatakan bahwa tingkat penurunan sel CD4, yang merupakan ciri kerusakan sistem kekebalan oleh HIV, “terjadi dua kali lebih cepat pada individu dengan varian VB, menempatkan mereka pada risiko mengembangkan AIDS jauh lebih cepat.”

Pasien dengan strain VB juga menunjukkan peningkatan risiko penularan virus ke orang lain.

Kesimpulan ini mengkonfirmasi kekhawatiran lama bahwa mutasi baru dapat membuat virus HIV-1 lebih menular dan lebih berbahaya. Menurut Program Gabungan Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang HIV/AIDS, penyakit ini telah mempengaruhi 38 juta orang di seluruh dunia, dan 36 juta orang telah meninggal karena penyakit terkait AIDS sejak awal epidemi pada awal 1980-an.

Jumlah kasus VB yang teridentifikasi relatif kecil, tetapi angka sebenarnya cenderung lebih tinggi.

Namun, menurut peneliti, pengobatan bisa mendorong pemulihan sistem kekebalan dan kelangsungan hidup penderita kasus VB.

Baca Juga: Saatnya Anak Muda Bangkit Bersama untuk Indonesia Bersama Astra

“Meyakinkan, setelah memulai pengobatan, individu dengan varian VB memiliki pemulihan sistem kekebalan dan kelangsungan hidup yang serupa dengan individu dengan varian HIV lainnya,” demikian disampaikan penelitian tersebut.

Kabar baik lainnya adalah, menurut perkiraan para peneliti, penyebaran varian VB setelah munculnya strain selama akhir 1980-an dan 1990-an, dan penyebarannya yang lebih cepat pada 2000-an, telah menurun sejak sekitar 2010.

Namun, karena jenis baru menyebabkan kerusakan yang lebih cepat dari pertahanan sistem kekebalan, penting bagi individu untuk didiagnosis secara dini dan segera memulai pengobatan.

Penelitian lebih lanjut dapat membantu mengidentifikasi “target baru untuk obat antiretroviral generasi berikutnya” karena varian VB memiliki banyak mutasi, para ilmuwan menambahkan.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini