Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Luhut ke Lansia: Segera Divaksin, Jangan Dengarkan Masukan Tak Jelas!

Fahreza Rizky , Jurnalis-Senin, 07 Februari 2022 |15:49 WIB
Luhut ke Lansia: Segera Divaksin, Jangan Dengarkan Masukan Tak Jelas!
Luhut Binsar Pandjaitan (Foto : MPI)
A
A
A

JAKARTA - Pemerintah mendorong warga lanjut usia (lansia) dan kelompok rentan lainnya dapat segera mendapatkan vaksinasi Covid-19. Hal ini penting untuk meminimalisir korban berjatuhan di tengah gelombang Omicron yang kian mengganas.

Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi (Marves), Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan kelompok rentan yang belum divaksin sangat berpotensi besar mengalami kematian akibat terinfeksi virus corona.

"Karena itu pemerintah akan melakukan kebijakan proteksi untuk para kelompok rentan tersebut, terutama para lansia yang belum divaksin lengkap ini betul-betul kami imbau supaya bapak/ibu sekalian jangan mendengarkan masukan-masukan tak jelas itu, kita bicara data dan keselamatan Anda dan keluarga sekeliling," ucap Luhut saat jumpa pers, Senin (7/2/2022).

Luhut berujar 65 persen pasien yang dirawat saat ini memiliki gejala ringan dan bahkan tanpa gejala. Karena itu pasien positif dengan gejala tersebut tidak perlu masuk rumah sakit, tetapi cukup masuk ke fasilitas isolasi terpusat yang disiapkan pemerintah.

Baca juga: Luhut Persilahkan Masyarakat Beraktivitas Seperti Biasa Asal Sudah Vaksin Lengkap

Luhut lalu menyinggung pihak yang 'berkoar-koar' tak menganjurkan vaksin Covid-19. Menurut dia, pihak tersebut memiliki tanggung jawab bila korban berjatuhan. Pasalnya mayoritas korban meninggal ialah yang belum divaksinasi.

Baca juga: Luhut Dorong Penyediaan Penginapan Khusus Para Nakes Dekat Rumah Sakit

"Dari data ini saya minta dipegang betul-betul dan minta perhatian kita semua terutama orang-orang yang menganjurkan tidak vaksin, dari 356 pasien meninggal dari sejak Omicron ini jalan 42% itu memiliki komorbid, 44% lansia dan ini yang ingat 69% belum divaksinasi lengkap," ucapnya.

"Jadi kelompok komorbid saya mohon yang punya hipertensi diabetes dan komplikasi perlu mendapat perhatian, jadi saya mohon orang-orang yang menggunakan atau dirinya untuk mengajurkan jangan vaksinasi Anda itu bertanggung jawab di komunitasmu kalau ada orang yang meninggal karena tidak divaksin," tegas Luhut.

Mantan Danjen Kopassus itu lalu menyebut pemerintah selalu berdasarkan data dalam penanganan pandemi Covid-19. Berdasarkan data itu sebanyak 69 persen yang belum divaksin itu meninggal dunia.

"Mayoritas dari pasien dirawat berat kritis dan meninggal dunia adalah para lansia. jadi saya mohon yang lansia kalau anda belum vaksin cepet-cepet anda vaksin sana," tutupnya.

Baca juga: Jabodetabek PPKM Level 3, Tenang Pedagang dan UMKM Masih Boleh Jualan

(Fakhrizal Fakhri )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement