Share

Dinas Kominfo Kabupaten Jayapura Usulkan 20 Kampung jadi Smart Village ke Kemendes

Agustina Wulandari , Okezone · Selasa 08 Februari 2022 19:33 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 08 1 2544281 dinas-kominfo-kabupaten-jayapura-usulkan-20-kampung-jadi-smart-village-ke-kemendes-QhMTYyVpzN.jpg Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Jayapura Gustaf Griapon. (Foto: Dok.Pemkab Jayapura)

SENTANI - Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) meluncurkan program Smart Village atau Desa Cerdas pada 2022.

Kabupaten Jayapura merupakan satu-satunya kabupaten di Provinsi Papua yang terpilih menjadi lokasi program Smart Village. Ada 20 kampung di Kabupaten Jayapura yang diusulkan menjadi pilot project program tersebut.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Jayapura Gustaf Griapon mengatakan, ada 20 kampung/desa di Kabupaten Jayapura yang diusulkan mengikuti program Smart Village atau Desa Cerdas.

Ia mengungkapkan, pihaknya mengusulkan ke Kementerian Desa, sesuai dengan program Smart Village atau Kampung (Desa) Cerdas ke Kepala Badan Pengembangan Informasi Desa, Daerah Tertinggal dan Transmigrasi pada Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) RI.

"Untuk file pilot project di Provinsi Papua itu Kabupaten Jayapura sendiri yang terpilih untuk kita usulkan, sehingga di sini kami usul ada 20 kampung," katanya kepada wartawan media online, Kamis (3/2/2022).


Gustaf mengatakan, pada 2022 ada 25 kampung yang telah diusulkan, kemudian pada 2023 dan 2024 pihaknya kembali mengusulkan masing-masing 20 kampung.

"Jadi pada tahun ini ada 20 kampung, kemudian pada 2023 kami usul lagi 20 kampung begitupun hingga 2024. Sehingga pada 2025 nanti pemerintah daerah membiayai kampung-kampung yang telah diusulkan menjadi kampung cerdas atau Smart Village," kata Gustaf.

Beberapa kampung/desa yang diusulkan Dinas Kominfo bersama Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung (DPMK) Kabupaten Jayapura, yaitu Kampung Yokiwa, Kampung Nolokla, Kampung Asei Kecil dan Kampung Nendali (Distrik Sentani Timur), Kampung Yoboi, Kampung Sereh dan Kampung Ifar Besar (Distrik Sentani), Kampung Doyo Lama dan Kampung Sosiri (Distrik Waibhu).

Gustaf juga menyampaikan bahwa di Distrik Sentani Barat itu juga diikutsertakan dua kampung yakni, Sabron Sari dan Maribu. Lalu di Nimboran ada sebanyak tiga kampung yaitu Gemebs, Pobaim dan Keitemung.

"Kalau di Nimbokrang itu kami usulkan Benyom Jaya I, selanjutnya di Raveni Rara ada dua kampung yaitu, Yongsu Desoyo dan Necheibhe, lalu di Depapre ada satu kampung, yaitu Tablasupa. Sedangkan di Distrik Yapsi ada Ongan Jaya dan Bumi Sahaja. Itu 20 kampung yang kami usulkan bersama DPMK," tuturnya.

Lebih lanjut Gustaf menerangkan, indikator dari program tersebut sebenarnya diambil dari indikator kampung mandiri.

"Syarat kampung-kampung yang kami usulkan untuk mengikuti program Smart Village atau Kampung (Desa) Cerdas itu harus ada aliran listrik, jaringan Telkomsel, kemudian aliran listrik dari PLTA atau PLTU itu yang kita usulkan atau masukkan ke Kemendes PDTT RI," katanya.

Ia berharap, ke depan kampung-kampung yang diusulkan mendapatkan atau mengikuti program ini dan berhasil menjadi Desa Cerdas dapat membagi ilmunya kepada kampung-kampung lain di sekitarnya.

CM

Baca Juga: Salurkan BLT BBM kepada 20,65 Juta KPM, Ini Strategi Pos Indonesia

(Wul)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini