Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

3 Pemberontakan yang Pernah Terjadi di Pulau Jawa, Nomor 1 Begitu Mencekam

Tim Litbang MPI , Jurnalis-Rabu, 09 Februari 2022 |05:08 WIB
3 Pemberontakan yang Pernah Terjadi di Pulau Jawa, Nomor 1 Begitu Mencekam
Ilustrasi peristiwa Madiun. (Foto: Istimewa)
A
A
A

SEJUMLAH pemberontakan pernah terjadi di Indonesia, khususnya Pulau Jawa. Pemberontakan dapat terjadi karena berbagai hal. Mulai dari pembangkangan sipil hingga ingin meruntuhkan pemerintahan yang sedang berkuasa.

Berikut pemberontakan yang pernah terjadi di Pulau Jawa:

1. Pemberontakan PKI di Madiun

Pemberontakan PKI (Partai Komunis Indonesia) di Madiun terjadi pada 18 September 1948 di Madiun, Jawa Timur. Pemberontakan ini bertujuan untuk menggulingkan pemerintahan yang sah yakni Republik Indonesia dan mengganti landasan negara. Musso dan Amir Sjarifuddin merupakan tokoh pimpinan pemberontakan PKI Madiun ini.

Adapun latar belakang dari pemberontakan PKI di Madiun adalah jatuhnya Kabinet Amir Sjarifuddin. Usai tidak menjabat sebagai perdana menteri, Amir membentuk Front Demokrasi Rakyat (FDR) yang kemudian bekerja sama dengan organisasi berpaham kiri, seperti Partai Komunis Indonesia, Barisan Tani Indonesia (BTI), dan lain-lain. Selain itu, Amir mempunyai kedekatan dengan Musso serta bercita-cita menyebarkan komunisme di Indonesia.

Pemberontakan PKI di Madiun tak hanya ingin menggulingkan pemerintah namun juga membentuk negara Republik Indonesia Soviet serta mengganti dasar negara Pancasila dengan Komunisme. Untuk mengatasi pemberontakan PKI Madiun, Panglima Besar memerintahkan Kolonel Gatot Subroto di Jawa Tengah dan Kolonel Sungkono di Jawa Timur guna menjalankan operasi penumpasan yang dibantu para santri.

Baca juga: Kesaksian Algojo Pembantai Ratusan PKI di Kota Sigli

2. Pemberontakan DI/TII di Jawa Barat

Pemberontakan Darul Islam/Tentara Islam Indonesia (DI/TII) dipimpin oleh Sekarmadji Maridjan Kartosuwirjo pada 7 Agustus 1949. Pemberontakan ini terjadi di beberapa daerah, salah satunya adalah Jawa Barat. Latar belakang terjadinya pemberontakan ini adalah karena ketidakpuasan Kartosoewirjo terhadap kemerdekaan Indonesia yang masih dibayang-bayangi kehadiran Belanda.

Pada 1948, Kartosoewirjo bersama Raden Oni Syahroni dan Panglima Laskar Sabilillah menentang adanya Perjanjian Renville. Mereka bertiga menganggap bahwa Perjanjian Renville tidak melindungi warga Jawa Barat. Kartosoewirjo mewujudkan penolakannya itu dengan membentuk negara Islam yaitu Negara Islam Indonesia (NII) yang dipimpin oleh dirinya sendiri. Pada 5 September 1962, Kartosoewirjo dihukum mati sesuai vonis yang diberikan Pengadilan Mahkamah Militer.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement