Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

PVMBG Beberkan Kondisi Terkini Gunung Anak Krakatau

Binti Mufarida , Jurnalis-Rabu, 09 Februari 2022 |15:37 WIB
PVMBG Beberkan Kondisi Terkini Gunung Anak Krakatau
Gunung Anak Krakatau saat erupsi (foto: dok PVMBG)
A
A
A

JAKARTA - Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Andiani melaporkan kondisi terkini aktivitas Gunung Anak Krakatau saat ini tidak menunjukkan adanya asap kawah.

“Kondisi Gunung Anak Krakatau pada tanggal 8 dari catatan kami tidak menunjukkan adanya asap kawah. Untuk tanggal 7 masih terlihat adanya asap kawah namun dengan ketinggian 25 sampai 50 meter,” kata Andiani saat Konferensi Pers: Kondisi Terkini Aktivitas Gunung Anak Krakatau, Rabu (9/2/2022).

BACA JUGA:Badan Geologi: Aktivitas Gempa Vulkanik Gunung Anak Krakatau Terdeteksi sejak Desember 2021 

Namun begitu, PVMBG mencatat pada 3 Februari lalu aktivitas Gunung Anak Krakatau meningkat ditandai dengan munculnya asap kawah yang menerus dan diikuti dengan letusan.

“Jadi kalau sebelum-sebelumnya sebelum tanggal 3 Februari itu memang ada asap kawah tetapi sifatnya tidak menerus. Dan pada tanggal 3 Februari itu mulai ada asap kawah yang kemudian menerus dan diikuti dengan letusan,” paparnya.

 BACA JUGA:Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Badan Geologi: Status Masih Level 2

Andiani pun meminta masyarakat agar tetap hati-hati dan waspada serta tidak mempercayai berita-berita bohong yang beredar.

“Namun yang penting adalah kita tetap harus hati-hati dan waspada dan tentunya tidak mempercayai berita-berita bohong yang beredar yang mungkin tidak diketahui sumbernya,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Kepala Badan Geologi Kementerian Energi Sumber Daya Mineral, Eko Budi Lelono melaporkan pihaknya telah mendeteksi aktivitas gempa vulkanik Gunung Anak Krakatau sejak Desember 2021 lalu.
 
“Dari data pemantauan kegempaan sejak Desember 2021, terpantau gempa-gempa vulkanik yang terekam sejak pertengahan Desember 2021, yang ini menunjukkan ya terjadinya supply magma dari bawah permukaan,” kata Eko.
 
Eko juga mengatakan gempa-gempa vulkanik ini mengindikasikan adanya over pressure pada Gunung Anak Krakatau. Selain itu, Gunung Anak Krakatau juga terdeteksi peningkatan kegempaan yang terpantau sejak tanggal 22 Januari hingga 31 Januari 2022. “Dimana kegempaan didominasi oleh kegempaan frekuensi rendah, ini adalah menunjukkan gempa-gempa yang dangkal ya.”
 
“Sedangkan kegempaan dangkal sempat menurun sampai dengan sampai selama dua hari ini. Dan pada tanggal pada tanggal 3 Februari muncul getaran tremor menerus yang diikuti oleh aktivitas hembusan menerus,” papar Eko.
 
 
 
Dalam kesempatan itu, Kepala Badan Geologi Kementerian Energi Sumber Daya Mineral, Eko Budi Lelono melaporkan pihaknya telah mendeteksi aktivitas gempa vulkanik Gunung Anak Krakatau sejak Desember 2021 lalu.
 
“Dari data pemantauan kegempaan sejak Desember 2021, terpantau gempa-gempa vulkanik yang terekam sejak pertengahan Desember 2021, yang ini menunjukkan ya terjadinya supply magma dari bawah permukaan,” kata Eko.
 
Eko juga mengatakan gempa-gempa vulkanik ini mengindikasikan adanya over pressure pada Gunung Anak Krakatau. Selain itu, Gunung Anak Krakatau juga terdeteksi peningkatan kegempaan yang terpantau sejak tanggal 22 Januari hingga 31 Januari 2022. “Dimana kegempaan didominasi oleh kegempaan frekuensi rendah, ini adalah menunjukkan gempa-gempa yang dangkal ya.”
 
“Sedangkan kegempaan dangkal sempat menurun sampai dengan sampai selama dua hari ini. Dan pada tanggal pada tanggal 3 Februari muncul getaran tremor menerus yang diikuti oleh aktivitas hembusan menerus,” papar Eko.
 
 
 

(Awaludin)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement