Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Prihatin Kasus Wadas, PBNU: Hindari Kekerasan, Kedepankan Cara Humanis!

Tim Okezone , Jurnalis-Rabu, 09 Februari 2022 |21:15 WIB
Prihatin Kasus Wadas, PBNU: Hindari Kekerasan, Kedepankan Cara Humanis!
PBNU (Foto: Ist)
A
A
A

JAKARTA Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) prihatin atas kasus kekerasan dalam penanganan warga Desa Wadas, Purworejo, Jawa Tengah, pada Senin 7 Februari 2022. Mereka ditangkap lantaran menolak penambangan batu andesit untuk proyek bendungan di Kecamatan Bener.

PBNU berharap kasus ini harus dijadikan evaluasi pemerintah, terutama aparat keamanan agar selalu mengutamakan cara yang persuasif dan humanis.

“PBNU meminta kepada seluruh aparat keamanan dan aparat pemerintah agar menggunakan pendekatan dialog yang humanis dengan mengedepankan prinsip musyawarah (syûra) dan menghindarkan cara-cara kekerasan yang merugikan para pihak dan menimbulkan mafsadah (kerusakan),” ujar Ketua PBNU KH Ahmad Fahrur Rozi di Jakarta, Rabu (9/2/2022).

Baca Juga: Desa Wadas Kondusif, Mahfud MD: Seluruh Warga yang Ditahan Sudah Dilepas!

Fahrur Rozi mengatakan, PBNU juga mengimbau kepada semua pihak agar selalu mengedepankan semangat persaudaraan dan kemanusiaan dalam menyelesaikan segala permasalahan. Dengan cara ini, dia yakin akan menghasilkan solusi yang bisa diterima banyak pihak tanpa merendahkan nilai-nilai hak asasi manusia.

Bendungan yang bakal dibangun di Kecamatan Bener diakui merupakan salah satu proyek strategis nasional. Melihat pentingnya proyek ini, sambung KH Fahrur Rozi, PBNU mendorong pemerintah pusat dan daerah untuk lebih meyakinkan masyarakat mengenai proyek strategis ini dan kemaslahatannya bagi masyarakat umum.

Baca Juga: Kedepankan Musyawarah, Polisi Minta Warga Desa Wadas Jangan Mau Diadu

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement